Ladies in Black Awali FSAI 2019

Penulis: Abdillah Marzuqi Pada: Sabtu, 16 Mar 2019, 13:05 WIB Weekend
Ladies in Black Awali FSAI 2019

Wikipedia

Ladies in Black menjadi film pertama yang diputar dalam perhelatan Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2019. Film itu bercerita tentang kehidupan karyawati yang bekerja di pusat perbelanjaan di Sydney pada 1959.

Film drama komedi yang disutradarai oleh Bruce Beresford itu diadaptasi dari novel karya Madeleine St John. Berbalut semangat zaman 1960-an yang masih kental dengan nuasa imigran dari Eropa, film tersebut berhasil menunjukkan bagaimana kondisi sosial Australia saat itu.

Lisa (Angourie Rice) merupakan pegawai baru di Goode's. Ia bekerja sembari menunggu penggumuman kelulusan SMA sebelum melanjutkan ke jenjang universitas. Ia ditempatkan dengan dua pegawai yang lebih senior yakni Fay (Rachael Taylor) dan Patty (Alison McGirr). Dari situlah cerita bermula, masing-masing mempunyai masalah kehidupan masing-masing.

Masalah kehidupan mereka berkait erat dengan semangat zaman itu, tapi tetap relevan dengan kehidupan saat ini. Lisa yang ingin membeli baju mahal, namun tidak punya cukup uang; Fay dengan masalah tempat tinggal dan kejomloan; hingga Patty yang punya masalah dengan kekasihnya.

Masalah kehidupan mereka menjadi pintu pembuka untuk masuk dalam gambaran lebih dalam tentang persoalan budaya. Australia saat itu menjadi tujuan kaum migran. Banyak orang dari Eropa mendatangi Australia untuk mencari peruntungan baru, sedangkan warga Australia begitu asyik dengan dunianya.

Perbauran itu ternyata mempertemukan mereka, seperti ketika Fay bertemu imigran asal Eropa bernama Rudi. Lisa yang mendapat mentor dan dukungan dari wanita imigran bernama Magda (Julia Ormond).

Selama durasi pemutaran 109 menit, penonton akan dibawa ke era 1960-an. Sajian gambar dengan detail dan properti ala era tersebut akan membawa setiap menit film itu begitu nyata. Tentu tidak mudah membangkitkan gambar nuansa zadul dalam era kekinian. Ladies in Black berhasil melakukannya.

Ladies in Black membawa penonton seolah menonton film yang diproduksi pada era itu dengan kualitas gambar kekinian. Mobil, busana, perabot, hingga gaya busana mampu digambarkan dengan detail. Bahkan pola pikir dari manusia zaman itu juga bisa digambarkan secara apik. Seperti ketika Lisa yang harus mengkhawatirkan ayahnya tidak memperbolehkan dirinya untuk masuk universitas.

Sejak dirilis di Australia pada 20 September 2018, Ladies in Black telah meraih banyak penghargaan dalam Australia Academy of Cinema and Televition Arts (AACTA) 2018. Angourie Rice memenangi kategori aktris terbaik. Musik original terbaik diraih oleh Christopher Gordon dan kostum terbaik disabet oleh Wendy Cork. Selain memenangi 3 kategori, Ladies in Black juga menempati beberapa nominasi yakni film terbaik, sutradara terbaik, film adaptasi terbaik, aktris pendukung terbaik, sinematografi terbaik, dan editing terbaik.

Ladies in Black berhasil menunjukkan sisi positif imigrasi dan integrasi sosial para imigran. Semua itu dilakukan dengan cara yang tidak mencolok namun efektif. Ladies in Black dapat dinikmati secara ringan dengan humor dan guyonan yang terdapat hampir disetiap adegan. Lebih jauh dari sekadar humor, film itu juga bisa dinikmati sebagai upaya pembacaan masa lalu dengan nuansa ringan.

Di samping Ladies in Black, FSAI 2019 menampilkan sejumlah karya lain, seperti Storm Boy, Gurrumul, dan film-film pendek yang tayang di Flickerfest. Tak ketinggalan pula sejumlah karya sineas Indonesia, seperti Ada Apa Dengan Cinta 1 dan 2, serta The Seen and Unseen.

Tahun ini, festival tersebut digelar di beberapa kota, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Mataram, dan Makassar, dalam kurun dua pekan sejak 14 Maret. (M-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More