Parlemen Inggris Dukung Penundaan Brexit

Penulis: Tesa Oktiana Surbakti Pada: Jumat, 15 Mar 2019, 19:11 WIB Internasional
Parlemen Inggris Dukung Penundaan Brexit

AFP

HASIL pemungutan suara parlemen Inggris sepakat untuk meminta persetujuan Uni Eropa terkait penundaan Brexit. Mengingat, batas waktu perceraian Inggris dari Uni Eropa (Brexit) tinggal dua pekan lagi.

Inggris sedang bersiap menuju batas waktu Brexit pada 29 Maret, tanpa persetujuan penarikan dari Uni Eropa. Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May, tampaknya mulai kehilangan kendali di tengah perdebatan kabinet.

Pada Kamis waktu setempat, anggota parlemen melakukan pemungutan suara yang meminta para pemimpin Uni Eropa mendorong pelaksanaan Brexit. Hal ini untuk mencegah kekacauan dari akhir kemitraan selama 46 tahun. Pemungutan suara parlemen pekan depan juga berpotensi menolak kembali kesepakatan Brexit yang diusulkan May.

Akan tetapi, Brexit tanpa kesepakatan bisa saja terjadi pada 29 Maret, apabila strategi May ditolak kembali dan 27 anggota Uni Eropa menolak perpanjangan batas waktu. Sejauh ini, para pemimpin Uni Eropa mempertimbangkan apapun permintaan dari London. Namun, mereka ingin mengetahui berapa lama tujuan dan eksistensi perpanjangan, sebelum bertemu di Brussel pekan depan.

Persetujuan nantinya mempertimbangkan permintaan penundaan dari May sampai 30 Juni, sehingga kesepakatan Brexit dapat diratifikasi. PM Inggris sempat memperingatkan apabila kesepakatan ditolak, maka penundaan Brexit bisa lebih lama. Penundaan yang lebih lama juga akan mencermati peranan Inggris dalam pemilihan Parlemen Eropa pada Mei mendatang. Yang anehnya, masih memasukkan negara tersebut dalam peta politik Uni Eropa meski terdapat skenario implementasi Brexit.

Ketua Dewan Uni Eropa, Donald Tusk, mengatakan blok dapat menyetujui penundaan lebih lama. Itu dengan catatan Inggris memikirkan kembali strategi Brexit dan membangun konsesus di sekitarnya. Dia menyoroti posisi Brussel bahwa hubungan lebih dekat bisa terjadi, jika May membiarkan oposisinya tetap berada di serikat pabean Uni Eropa.

Kesepakatan May telah diblokir, khususnya terkait ketidaksepakatan atas "backstop" Irlandia. Sebuah klausul untuk menjaga arus perdagangan dan menghindari gesekan di perbatasan Irlandia Utara dan Republik Irlandia.

Nuansa kekacauan sudah menyelimuti Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Inggris sepanjang pekan ini. Ketika, anggota parlemen mengadakan serangkaian pemungutan suara mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan ke depan. Anggota parlemen telah menolak kesepakatan Brexit yang diusulkan May, sejak awal tahun. Pada Rabu kemarin, mereka memilih Brexit tanpa kesepakatan, namun tidak memperoleh peta jalan yang jelas terkait masa depan Brexit tiga tahun mendatang.(AFP/OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More