Pemerintah Akan Ambil Langkah Tegas terkait Penolakan Sawit

Penulis: Nur Aivanni Pada: Jumat, 15 Mar 2019, 17:23 WIB Ekonomi
Pemerintah Akan Ambil Langkah Tegas terkait Penolakan Sawit

MI/Rommy Pujianto

MENTERI Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dalam menyikapi adanya larangan penggunaan kelapa sawit sebagai bahan bakar kendaraan bermotor dari Komisi Uni Eropa.

"Tentu ini sudah warning yang serius untuk kita pertimbangkan. Kita dengan Malaysia sudah sepakat akan ke Eropa awal minggu kedua April sebelum diambil keputusan di parlemen," kata Darmin di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (15/3).

Lebih lanjut, kata Darmin, orang-orang Parlemen Eropa juga akan berganti. Dengan begitu, keputusan untuk penolakan sawit pun masih belum bisa diketahui. "Kita juga ngga tahu ini makin keras apa makin ringan?" katanya.

Langkah untuk membawa hal tersebut ke WTO pun masih dipertimbangkan. Meskipun pemerintah mengetahui bahwa upaya Eropa tersebut adalah hal yang diskriminatif, kata Darmin, pihaknya masih belum bisa membawanya ke WTO karena belum ada langkah yang konkret.

"Kita mesti mempelajari apakah dengan Komisi (Uni Eropa) ini walaupun belum disahkan di parlemen, itu sudah bisa belum, sudah cocok belum waktunya dibawa ke WTO? Artinya kita akan mengambil langkah-langkah yang lebih keras," tegasnya.

Darmin mengatakan bahwa pihaknya sudah tidak memiliki pilihan lagi dalam mengatasi masalah sawit tersebut. "Kita sudah mencoba berunding, menjelaskan, melobi, tapi kelihatannya mereka jalan aja terus. Ngga apa apa, kita juga mengambil langkah yang baru. Kita akan mulai mengambil langkah-langkah yang lebih frontal," tandasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More