Pencurian Mobil Bermodus Sopir Pribadi Marak

Penulis: MI Pada: Jumat, 15 Mar 2019, 11:15 WIB Megapolitan
Pencurian Mobil Bermodus Sopir Pribadi Marak

MI/GINO F HADI

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkap sindikat penggelapan mobil bermodus jasa sopir pribadi. Dalam empat bulan beraksi, Desember 2018-Maret 2019, sindikat itu berhasil mencuri 53 kendaraan roda empat.

"Ada tujuh tersangka yang sudah ditangkap dan 53 mobil yang digelapkan. Satu orang menjadi pencurinya dan enam lainnya jadi penadah. Mobil-mobil curian itu dijual ke Jawa Timur. Mayoritas mobil masih dalam status kredit," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Kantor Polda Metro Jaya, Jakarta, kemarin.

Pengungkapan itu berawal dari laporan kehilangan mobil seorang warga negara Korea Selatan bernama Mk Kim pada 27 Desember 2018. Dalam laporannya, Kim melaporkan sopirnya, AH, yang baru bekerja setengah hari padanya. AH diduga membawa kabur mobil Toyota Innova milik Kim seusai mengantarnya ke kantor di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Baca juga: Dirazia, Asemka Tetap Semrawut

Dugaan makin kuat setelah melihat hasil rekaman kamera pengawas (CCTV) parkiran kantor tersebut.

"Petugas pun langsung me-ngejar AH. Setelah dicari ke sejumlah tempat, pada Kamis (14/2), polisi menangkap AH di Tegal, Jawa Tengah. Dari tangan tersangka, polisi menyita SIM A atas nama AH, KTP atas nama AH, dan telepon selulernya," ujar Argo.

Penjualan berjenjang

Pengusutan polisi pun tak berhenti di situ.

Kepala Subdirektorat Ranmor Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Sapta Maulana menambahkan, dari penangkapan itu, pihaknya justru menemukan petunjuk baru.

"Tersangka AH mengaku mobil yang dibawanya kabur itu telah dijual kepada penadah di Tegal, Jawa Tengah, dengan harga Rp65 juta," ungkapnya.

Polisi pun kemudian menangkap AB yang menjadi penadah mobil curian itu. Oleh AB, mobil itu selanjutnya dijual ke penadah di atasnya yang berdomisili di Pemalang, Jawa Tengah, ES dan RH, seharga Rp105 juta.

Kemudian oleh mereka, mo-bil itu dibawa ke Mojokerto, Jawa Timur, dan dijual ke penadah berinisial AY dan EL seharga Rp115 juta. AY dan EL pun kembali menjual mobil itu ke penadah berinisial HJ di Surabaya, Jawa Timur, seharga Rp125 juta.

"Oleh HJ, mobil itu kembali dijual ke penadah terakhir bernama Simin yang kini masih buron dengan harga Rp150 juta," tutur Argo.

Dari penangkapan para pe-nadah tersebut, polisi mendapati delapan sampai sembilan mobil hasil curian dari tiap tersangka. Para penadah mengaku itu hasil operasi mereka sejak Desember tahun lalu.

Para tersangka dikenakan Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 480 KUHP. Untuk Pasal 372 KUHP, ancama pidana penjara paling lama empat tahun dan Pasal 480 KUHP, ancaman pidana penjara paling lama empat tahun. (*/J-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More