Surplus Neraca Perdagangan Jadi Energi Penguatan Rupiah

Penulis: Antara Pada: Jumat, 15 Mar 2019, 10:53 WIB Ekonomi
Surplus Neraca Perdagangan Jadi Energi Penguatan Rupiah

ANTARA

NILAI tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (15/3) ini diprediksi akan bergerak menguat didorong surplus neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2019.    

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta, Jumat (15/3), mengatakan sebelumnya memperkirakan rupiah menguat dengan surplus data neraca perdagangan Februari 2019; sekitar US$200 juta, namun ternyata pengumuman resmi Badan Pusat Statistik (BPS) pagi ini; surplus lebih tinggi mencapai US$330 juta.
   
"Rupiah juga mendapatkan sentiment positif setelah lembaga peringkat dunia Fitch Rating mempertahankan peringkat surat utang Indonesia BBB dengan outlook stabil," ujarnya.

 

Baca juga:  Sektor Nonmigas Bawa Neraca Perdagangan Februari Surplus   

 

Untuk dolar AS sendiri, lanjut Ahmad, pada hari ini diperkirakan akan melemah terhadap hampir semua mata uang kuat dunia. Hal tersebut didorong oleh melemahnya data penjualan rumah baru AS di bulan Januari sebesar minus 6,9% jauh di bawah ekspektasi sebesar minus 0,9%.    

"Rupiah hari ini kemungkinan menguat ke level Rp14.200 hingga Rp14.277 per dolar AS," katanya.   

Pada pukul 10.17 WIB, nilai tukar rupiah masih melemah 19 poin menjadi Rp14.297 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.278 per dolar AS   

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat menunjukan rupiah melemah menjadi Rp14.310 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.253 per dolar AS. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More