Dirazia, Asemka Tetap Semrawut

Penulis: Ferdian Ananda Majni Pada: Jumat, 15 Mar 2019, 09:07 WIB Megapolitan
Dirazia, Asemka Tetap Semrawut

MI/ARYA MANGGALA

Kendaraan bermotor harus bergerak merayap setiap kali melewati Jalan Petak Baru, Tambora, Jakarta Barat. Suara klakson pun terdengar nyaring bersahutan. Kondisi kemacetan itu terjadi hampir setiap saat. Pemicu kemacetan itu ialah sebagian jalan itu dijadikan parkir kendaraan bermotor dan dipenuhi pedagang kaki lima (PKL).

Jalan yang lebarnya tidak sampai enam meter itu kini hanya tersisa sekitar tiga meter untuk dilalui mobil dan motor. Itu pun harus berbagi dengan warga yang melintas sehingga membuat kawasan itu semakin semrawut. PKL mengokupasi kawasan itu seiring kehadiran kios-kios semipermanen di kolong flyover. Kios-kios itu dibangun pada Oktober 2017 lalu berdasarkan izin dari mantan Wali Kota Jakarta Barat, Anas Effendi. PKL juga memadati putaran jalan di bawah flyover itu sehingga menyulitkan pengendara melaju.

Seorang pengunjung pasar tersebut, Munira, mengakui banyaknya pedagang di jalan dan kendaraan yang parkir di sisi jalan membuat kawasan itu semrawut. Seandainya para pedagang lebih tertib, lalu lintas di Jalan Petak Baru bisa lebih lancar.

Baca juga: Anies 'Kick Off' Tandai Pembangunan Stadion BMW

Banyaknya pedagang juga membuat dia harus ekstra hati-hati ketika melewati jalan itu karena dia harus ke tengah jalan yang padat dengan kendaraan yang hilir mudik . "Iya kadang PKL dagangannya sampai makan banyak bagi jalan. Jadinya susah lewat mobil atau motor. Jalan kaki aja ribet," lanjutnya.

Salah seorang PKL yang berada di bawah kolong flyover Asemka, Bahagia, mengatakan dia tidak khawatir berjualan di tempat itu karena petugas Satpol PP datang menertibkan di pagi hari saja. Untuk menyiasatinya, ia hanya menggelar sedikit barang dagangan ketika pagi agar mudah dipindahkan ketika Satpol PP datang. "Kalau pagi cuma dikit aja kita buka. Setelah Satpol PP enggak ada, baru kita buka luas," jelas Bahagia saat ditemui kemarin.

Dia mengatakan, sekalipun ada razia, para pedagang tidak pernah diperlakukan kasar atau bahkan diambil paksa dagangannya oleh Satpol PP. "Semua PKL di sini aman saja berdagang," katanya.

Rutin operasi

Saat menanggapi kondisi semrawut di kawasan Asemka, Komandan Regu (Danru) Satpol PP Jakarta Barat, Agus Waluyo, mengatakan pihaknya rutin menjalankan tugas penertiban PKL yang berjualan di bawah kolong flyover Asemka. Mereka ditertibkan agar lalu lintas di sepanjang jalan Petak Baru, berjalan lancar dan tertib.

"Setiap pagi kami sudah bersiaga untuk penertiban para pedagang ini. Kami imbau mereka agar tidak berdagang di bahu jalan dan mengganggu lalu lintas," kata Agus saat ditemui di Pasar Asemka.

Agus menjelaskan, satu unit mobil patroli Satpol PP dikerahkan untuk memastikan tidak ada PKL yang berjualan di sepanjang Jalan Petak Baru. Mereka berpatroli untuk mengingatkan para pedagang. Begitu juga pemilik kios-kios yang menggelar barangnya hingga ke jalur pejalan kaki.

"Kami pastikan kalau pagi tidak ada PKL yang berdagang di tempat tempat dilarang itu," sebutnya.

Namun, Agus tak memungkiri jumlah PKL tidak sebanding dengan anggotanya yang berada di lapangan sehingga menjelang siang para PKL ramai-ramai mulai menguasai bahu-bahu jalan di sepanjang Jalan Petak Baru itu. "Kami tetap mengingatkan dan mengimbau mereka, tapi yang namanya pedagang tetap saja bandel dan mencari tempat ramai," jelasnya. (J-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More