Pariwisata Bali Tetap Berbasis Budaya       

Penulis: Arnoldus Dhae Pada: Jumat, 15 Mar 2019, 02:30 WIB Ekonomi
Pariwisata Bali Tetap Berbasis Budaya       

MI/Rendy ferdiansyah

Pemerintah memastikan pengembangan pariwisata di Bali tetap mengacu pada kondisi saat ini yakni wisata berbasis budaya.

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menegaskan pariwisata Bali tidak perlu dikemas lagi menjadi pariwisata halal seperti yang diwacanakan cawapres 02 Sandiaga Salahudin Uno baru-baru ini. 

Hal itu dikatakan Wapres Kalla seusai membuka simposium international Reform Symposium and Regional Workshop: Public Administration Reform and National Development in Indonesia, Korea and Southeast Asia, di Nusa Dua, Bali, kemarin. 

Ia mengatakan kemasan pariwisata budaya sebenarnya tidak banyak yang haram. Budaya itu tidak haram. Semuanya baik. 
“Kalaupun haram, tidak banyak, hanya sedikit,” ujarnya.

Sebelumnya, wacana pariwisata halal di Bali dilontarkan cawapres Sandiaga Uno saat melakukan lawatan ke beberapa titik di Bali. Wacana itu kemudian menimbulkan kontroversi di kalangan pariwisata Bali dan masyarakat pada umumnya. 

Bahkan, Gubernur Bali I Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Arta Ardhana Sukawati (Cok Ace) langsung mengeluar­kan pernyataan pers untuk menjawab wacana pariwisata halal yang disampaikan Sandiaga. 
Intinya, Bali tidak sepakat dengan wisata halal karena akan bertentangan dengan budaya Bali.

KEK Tanjung Kelayang
Kemarin, Presiden Joko Widodo meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Kelayang di Provinsi Bang­ka Belitung dan perluasan Bandara Depati Amir di Provinsi Bangka Belitung. 

Turut dalam peresmian itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Presiden menyebutkan bahwa animo investor untuk berinvestasi di KEK Tanjung Kelayang cukup tinggi. Hal itu dibuktikan dari ma­suknya jaringan hotel yang cukup besar untuk berinvestasi di kawasan tersebut.

“(Jaringan hotel) Sheraton sudah masuk, Sofitel akan masuk, dan M Gallery juga sudah akan ma­suk. Ini tinggal proses administratif sedikit-sedikit saja, tapi yang sudah bangun itu Sheraton,” kata Jokowi

Menurut Presiden, di KEK Tanjung Kelayang, investasi yang ma­suk sudah mencapai setidaknya Rp9 triliun. Ke depan, selain KEK Tanjung Kelayang juga akan dikembangkan kawasan ekonomi khusus lain, meliputi Sungaliat dan Tanjung Gu­nung. Dua KEK tersebut, kata Presiden Jokowi, sampai saat ini masih dalam proses karena terkait dengan urusan pembebasan lahan.

Nantinya KEK Tanjung Gunung direncanakan sekitar 385 hektare, sedangkan untuk KEK Su­ngailiat sekitar 600 hektare yang mencakup Pantai Rambak hingga Pantai Rebo.

Guna mendukung perkembang­an pariwisata di Babel, Bandara  Depati Amir Pangkalpinang akan dikembangkan hingga dapat menampung 5 juta penumpang di 2020 dari saat ini 2 juta ­penumpang. 

Menpar Arief Yahya menyatakan rata-rata pengeluaran wisa­tawan mancanegara (wisman) yang datang ke Bangka ialah US$2.000. Biasanya, yang datang ialah wisman yang memasuki usia pensiun. Total pengeluaran wisman di Babel  bisa mencapai US$1 miliar per tahun (RF/Nur/Ant/E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More