Penyihir Modern Pilih Tinggal di Hutan

Penulis: Suryani Wandari Putri Pertiwi Pada: Jumat, 15 Mar 2019, 09:00 WIB Weekend
Penyihir Modern Pilih Tinggal di  Hutan

Ist

BERLATIH sihir sejak usia 20 tahun, Sarah Wu, 37, merasa tertekan dengan kehidupan perkotaan sehingga kemudian memutuskan pindah ke hutan. Ia percaya bahwa cara hidupnya kali ini telah membawanya lebih dekat ke alam, yang ia lihat sebagai bagian penting dari menjadi seorang penyihir.

Ia rela meninggalkan perannya di sebuah perusahaan makanan organik di Philadelphia pada tahun 2009 dan mengikuti pacarnya saat itu ke sebuah komunitas lingkungan di hutan Amerika Tengah.

Dilansir dari Dailymail, ia telah lama mampu membuat obat herbal berdasarkan buku-buku sihir, membaca kartu tarot dan hidup mengikuti irama bulan dan matahari.

Sekarang ia tinggal di rumah yang terbuat dari bambu dan kayu pohon, dengan listrik yang berasal dari tenaga surya dan air dari sistem hujan, hidupnya tidak jauh berbeda dengan kehidupan sebelumnya.
"Kami menangkap air hujan untuk minum dan mencuci, dan kami juga membutuhkannya untuk tanaman sayuran, mentimun, buah-buahan dan kacang-kacangan. Tanaman ainnya pun saya gunakan untuk obat-obatan," katanya.

Sarah yang merupakan putri dari seorang pemburu ini selalu merasa menyatu dengan alam. Meskipun tumbuh di Rochester, New York, ia menghabiskan banyak waktunya sebagai seorang gadis kecil di luar rumah.

"Saya selalu sangat sadar terhadap manfaat lingkungan alam dan belajar sejak dini bahwa manusia bukanlah hal yang paling penting di dunia," katanya.

Ketika sedang mempelajari sejarah seni di Temple University, Philadelphia, pengalaman gaibnya sendiri membangkitkan minatnya pada ilmu sihir dan ilmu gaib.

Ia pernah mengalami masalah hormonal setelah minum pil kontrasepsi, serta serangkaian infeksi telinga, dia memutuskan untuk membuat perawatan herbal sendiri, yang dianggap sebagai salah satu elemen utama ilmu sihir.

Kemudian, di tahun keduanya kuliah, ia mengunjungi Kosta Rika untuk belajar ekologi tropis, yang merupakan perjalanan yang mengubah hidupnya. "Saya benar-benar memperkuat pengetahuan saya tentang jamu dan obat-obatan saat berada di luar sana, dan komitmen saya terhadap sihir.

Bertemu suami
Selama perjalanan ia pun bertemu dengan calon suaminya, Stephen, yang tinggal di wilayah itu sebagai pengembang ekologi. Pada saat itu pasangan menikmati romansa singkat. Sekembalinya ke Amerika, Sarah mulai mengidentifikasi diri sebagai penyihir untuk pertama kalinya, meskipun orangtuanya menganggap itu 'sangat aneh'.

Sadar bahwa menjadi seorang penyihir menarik banyak reaksi negatif, dia berlatih secara pribadi, dan akan mengamati ritme bulan dan matahari, membuat obat herbal, serta membaca kartu tarot dalam privasi di rumahnya sendiri.

Di Amerika ia mempunyai pekerjaan yang pada umumnya berjalan dari jam 9 hingga jam 5, namun ia memutuskan untuk tinggal di hutan, menyatu dengan alam. Sarah sekarang telah tinggal di Kosta Rika selama 10 tahun, dan tinggal di sebuah rumah ramah lingkungan dengan 12 orang lainnya di hutan setelah meninggalkan kehidupan kotanya. "Saya memiliki pekerjaan yang stabil dan kehidupan yang stabil selama tinggal di Amerika, tetapi saya tidak bahagia. Saya selalu merasa sangat terhubung dengan alam, yang merupakan salah satu hal kunci tentang menjadi penyihir. (M-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More