Hujan tak Menyurutkan Langkah Iriana Jokowi Tanam Mangrove

Penulis: Micom Pada: Senin, 11 Mar 2019, 16:15 WIB Media LHK
Hujan tak Menyurutkan Langkah Iriana Jokowi Tanam Mangrove

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

HUJAN yang turun sejak pagi di wilayah Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, tidak menyurutkan semangat Ibu Negara Iriana Joko Widodo untuk menanam pohon sebagai upaya meminimalisasi dampak gelombang tinggi di daerah pantai.

Ibu Negara menanam pohon Bakau jenis Rhizophora mucronata dan pohon Pulai (Alstonia scholaris) dengan didampingi Ibu Mufidah Yusuf Kalla, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan Ibu-ibu yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE) serta masyarakat sekitar.

"Hujan ini tidak mengurangi semangat dari kita semua para ibu-ibu, ada Ibu Menteri, Ibu OASE, Ibu-Ibu dari Indonesia Power, Ibu Gubernur dan Ibu Bupati semua hadir disini. Kita menanam di 10 titik mangrove," kata Ibu Iriana dalam sambutannya di lokasi penanaman Pantai PLTU Labuan, Senin (11/3).

Acara yang mengangkat tema Rehabilitasi Mangrove untuk Mitigasi Bencana dan Perubahan Iklim tak hanya dilakukan di Labuan. Kegiatan penanaman 1 juta mangrove serentak dilakukan di 10 Provinsi dengan total yang ditanam hari ini sekitar 53.000 batang. Ibu Iriana pun menyapa para peserta penanaman mangrove melalui teleconference yang ditampilkan di layar.

“Kita menanam ada di 10 titik, di Langkat (Sumatra Utara), Kota Cirebon (Jawa Barat), Lampung Timur (Lampung), Brebes (Jawa Tengah), Tanah Bumbu (Kalimantan Selatan), Pohuwato Gorontalo, Donggala (Sulawesi Tengah), Lombok Barat (Nusa Tenggara Barat), Kota Ambon (Maluku) dan Labuan (Banten) dengan total yang ditanam 53.000 batang pohon," jelas Ibu Negara.

Baca juga: Ibu Negara Ajak Ibu Pejabat Menanam dan Menjaga Mangrove

Penanaman pohon di daerah pesisir menjadi salah satu Program OASE bidang Lingkungan Hijau, salah satu agendanya adalah Perempuan Peduli Mangrove. Tanaman mangrove diketahui memiliki banyak manfaat, yaitu sebagai penyerap polutan, pencegah intrusi air laut, penelitian dan pendidikan, dan penyimpan karbon. Kemudian juga bisa dijadikan wisata alam, tempat pemijahan aneka biota laut, pelindung garis pantai dari abrasi dan tsunami, penyedia HHK dan HHBK, serta tempat berlindung dan berkembang biak berbagai jenis fauna ekosistem payau.

Saat ini, Indonesia memiliki kurang lebih 19% dari total mangrove dunia, yaitu 3,48 juta hektare, terdiri dari kondisi mangrove baik seluas 1,67 juta hektare dan kondisi mangrove rusak 1,81 juta hektare.

Untuk merehabilitasi mangrove yang rusak, pemerintah menerbitkan Perpres No. 73 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pengelolaan Ekosistem Mangrove, dan Peraturan Menteri Koordinator Perekonomian No. 4 Tahun 2017 tentang Kebijakan, Strategi, Program, dan Indikator Kinerja Pengelolaan Ekosistem Mangrove Nasional.

Upaya yang dilakukan melalui dukungan para pihak untuk percepatan pemulihan RHL mangrove, Penyusunan One Map One Mangrove untuk Nasional, Penguatan peran Kelompok Kerja Mangrove tingkat nasional dan daerah (KKM TN/D) dengan menargetkan rehabilitasi 65.000 hektare per tahun sampai dengan tahun 2045 yang dilaksanakan Kementerian/Lembaga, BUMN, BUMD, Swasta dan masyarakat.

Penanaman Bersama Ibu Negara yang berpusat di areal PLTU Labuan Banten juga dihadiri Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM KLHK Helmi Basalamah, dan pejabat KLHK lain. Selain itu, kegiatan juga diikuti sekitar 500 orang terdiri dari Pengurus OASE, TNI, POLRI, KLHK, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kelompok Peduli Mangrove, mahasiswa/pelajar dan masyarakat.(RO/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More