Meriahkan Java Jazz Festival, KLHK Kampanye Pengurangan Sampah

Penulis: Micom Pada: Minggu, 03 Mar 2019, 20:17 WIB Media LHK
Meriahkan Java Jazz Festival, KLHK Kampanye Pengurangan Sampah

Dok. ppid.menlhk.go.id

KEMENTERIAN Lingkingan Hidup dan Kehutanan terus berupaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

Upaya terbaru yang dilakukan KLHK ialah dengan turut serta memeriahkan gelaran Jakarta Internatonal Java Jazz Festival (JJF) di Jakarta International Expo Kemanyoran, Jakarta Pusat, 1-3 Maret 2019.

Bukan sekedar memeriahkan ajang yang sudah 15 kali dihelat itu, KLHK juga memberikan informasi kepada pengunjung Java Jazz soal pengelolaan sampah.

Mengusung tagline Less Waste More Jazz, KLHK membagikan souvenir kepada pengunjung berupa sedotan stainless steel untuk mengurangi sampah sedotan plastik.

Souvenir lain yang dapat diperoleh pengunjung dengan cuma-cuma adalah kantong belanja guna ulang. Melalui kedua benda tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar mengurangi penggunaan sedotan dan kantong plastik.

KLHK juga memberikan pengetahuan tentang perhutanan sosial, rahabilitasi lahan di daerah aliran sungai.

Baca juga : Menteri LHK: Sampah Plastik Ancam Manusia dan Satwa

Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLHK, Djati Witjaksono Hadi yang juga  penanggung jawab Paviliun KLHK di JJF mengungkapkan, pihaknya menghimbau kepada pengunjung dan peserta JJF untuk menghindari dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai (single-use plastics) seperti kantong belanja plastik (gunakan tas pakai ulang), sedotan plastik (biasakan tanpa sedotan atau gunakan sedotan pakai ulang).

"Hindari minuman kemasan plastik dan kemasan styrofoam, gunakan wadah makanan pakai ulang," ujar Djati.

Menteri LHK, Siti Nurbaya dalam beberapa kunjungan kerja ke daerah belakangan ini juga mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah dari rumah sendiri.

Menteri Siti menyebut bahwa Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN)  2019 ini menjadi momentum yang baik dalam mengajak seluruh pihak mewujudkan kesamaan langkah dan keperdulian pengelolaan sampah di Indonesia.

Pemerintah telah meluncurkan Gerakan Indonesia Bersih saat Rapat Kerja Nasional Indonesia Bersih di Jakarta (21/2).

Fokus Program Gerakan Indonesia Bersih memberikan penekanan pada peningkatan perilaku hidup bersih sehat lingkungan keluarga, satuan pendidikan, kerja, dan komunitas.

Selain itu juga diharapkan terjadi peningkatan sinergi penyediaan sarana dan prasarana yang menunjang perilaku hidup bersih dan sehat.

Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, KLHK telah merumuskan strategi dan kebijakan dalam pengelolaan sampah yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, terutama pelibatan pemerintah daerah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Keterlibatan Pemerintah Pusat dan Daerah ini tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah (Jakstranas) dan Peraturan Presiden nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut.

Baca juga : KLHK Gelar Aksi Bersihkan Sampah Massal Pada HPSN

Jakstranas Pengelolaan Sampah merupakan momentum besar penataan sistem pengelolaan sampah di Indonesia yang memiliki target pengelolaan sampah sebesar 100% pada tahun 2025, dengan upaya pengurangan sampah sebesar 30% dan upaya penanganan sampah sebesar 70%.

Hal ini merupakan perubahan paradigma besar dimana sebesar 30% penekanan kebijakan up-stream (hulu), dengan mindset 3R (reduce, reuse, recycle).

Dengan jumlah penduduk sebanyak 265 juta jiwa, timbulan sampah nasional diperkirakan 65,79 juta ton setiap tahunnya. Sedangkan, kapasitas TPA sanitary landfill/controlled yang tahun 2016 sebesar 55% turun pada tahun 2018 menjadi 44%.

Persoalan TPA menjadi hal yang sangat mendasar, karena landfill system menjadi sistem utama dalam pengelolaan sampah di Indonesia dan diamanatkan dalam UU No.18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.(

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More