Panggungharjo, Sukses Berkat Dana Desa

Penulis: MI Pada: Sabtu, 23 Feb 2019, 10:55 WIB Politik dan Hukum
Panggungharjo, Sukses Berkat Dana Desa

MI/Ardi Teristi Hardi

Suasana nyaman dan tenang khas perdesaan bisa dirasakan di Kampung Mataraman, sebuah tempat kuliner. Bangunan tradisional, para pelayan yang berpakaian tradisional, pohon nan rimbun, hingga hamparan sawah dan makanan ala perdesaan bisa dinikmati di sini.

Objek wisata yang ramai dikunjungi itu bukanlah milik investor dari Jakarta ataupun luar negeri. Menurut Kepala Desa Panggungharjo, Bantul, Wahyudi Anggoro Hadi, Kampung Mataraman merupakan aset Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Panggungharjo.

Kampung Mataraman, kata dia, hanya memanfaatkan bentang hidup warga desa, misalnya hidup sosial, ekonomi, budaya, dan lain-lain dalam bentuk tempat kuliner.

"Kampung Mataraman salah satu contoh bentang budaya desa yang bisa mendorong akselerasi pertumbuhan di desa," kata dia, kemarin.

Desa Panggungharjo pun mencuat sebagai salah satu desa yang berhasil. Keberhasilan itu tidak lepas tangan dingin sang kepala desa yang lulusan Farmasi UGM. Yudi, demikian dia biasa disapa, baru saja menjabat untuk periode kedua dan terus melakukan pembaruan seperti reformasi birokrasi.

Keberhasilan Yudi membangun Desa Panggungharjo juga tak lepas dari dana desa. Kucuran dana dari pemerintah pusat digunakan untuk membangun infrastruktur, belanja barang dan jasa publik, serta modal mendirikan BUMDes yang kini menjadi penggerak perekonomian warga.

Tak tanggung-tanggung, BUMDes Panggungharjo saat ini mengelola dana hingga Rp5,1 miliar. Padahal, pada 2016 dana yang dikelola hanya sekitar Rp250 juta.

Menurut Yudi, manfaat dari dana desa tidak bisa instan. Sejak 2015, dia gencar melakukan pelatihan kewirausahaan bagi pemuda putus sekolas demi mengoptimalkan dana itu. "Tahun 2018 (BUMDes) kita sudah naik kelas dari mengelola usaha mikro kecil menjadi usaha menengah.''

Yang dikelola BUMDes Panggunharjo bermacam-macam. Ada jasa pengelolaan lingkungan, sampah, limbah rumah tangga berupa minyak goreng bekas, produksi minyak esensial untuk bahan baku komestika, jasa wisata desa, swalayan, hingga pertanian.

Desa Panggungharjo merupakan bukti betapa dana desa amat berfaedah dalam memberdayakan desa. Banyak contoh lain yang sebelumnya mengemuka, salah satunya Desa Ponggok di Klaten, Jawa Tengah, yang kini bisa mendapatkan Rp14 miliar per tahun berkat kontribusi dana desa dalam mengembangkan potensi di wilayahnya. (AT/X-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More