Mayoritas Desa Optimal Kelola Dana

Penulis: MI Pada: Sabtu, 23 Feb 2019, 10:30 WIB Politik dan Hukum
Mayoritas Desa Optimal Kelola Dana

MI/BRONTO SUMARYANTO
Bibit S Riyanto Ketua Satgas Dana Desa

Ketua Satuan Tugas Dana Desa, Bibit Samad Riyanto, menyebut pengelolaan dana desa sudah menggembirakan. Pasalnya, hanya 154 desa dari jumlah desa penerima dana tersebut yang belum mampu menjalankan manajemen keuangan dengan baik.

"Jumlah desa yang telah didatangi dan dibina oleh Satuan Tugas Dana Desa kurang dari 1% dari jumlah desa seluruhnya," terangnya, Jumat (22/2).

Berdasarkan catatan, kata dia, pada 2018 Satgas Dana Desa bersama Inspektorat Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi hanya menemukan persoalan di 154 desa di 67 kabupaten dan 1 kota atau hanya 1% dari jumlah desa penerima dana.

Menurut dia, pendampingan, monitoring, dan evaluasi Satgas Dana Desa didasarkan pada pengaduan masyarakat.

Tujuannya ialah untuk mencairkan sumbatan-sumbatan dalam pengelolaan dana desa yang dihadapi pemangku kebijakan di tingkat desa.

"Permasalahan yang ditemukan dikelompokkan dalam empat aspek, yang meliputi regulasi, manajemen, sumber daya manusia, dan permasalahan lainnya. Akibat yang ditimbulkan dikelompokkan ke tiga hal, yaitu pelanggaran administrasi, pidana korupsi, dan pengelolaan dana tidak tertib," jelasnya.

Sejak 2015, pemerintah telah menggelontorkan dana desa sebesar Rp20,67 triliun dengan penyerapan 82,72%, tahun 2016 dengan dana desa Rp46,98 triliun dengan penyerapan 97,65%, serta pada 2017 dengan jumlah dana desa Rp60 triliun dengan penyerapan 98,54%.

Sementara itu, dana desa telah digunakan untuk bermacam keperluan. Pemerintah Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah, misalnya, memakainya di bidang wisata dan pertanian.

Serupa dengan aparat Desa Boa, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, yang mengelola potensi wisata dan pemberdayaan ekonomi dengan dana tersebut. "Jumlah dana Rp70 juta," kata Kades Boa, Marsianus.

Sementara itu, di Bangka Tengah, dana desa dipakai, antara lain, untuk pengembangan UMKM.

Di Desa Panggungharjo, Bantul, 60% dana desa dipakai untuk infrastruktur dan sisanya untuk belanja barang dan jasa publik. "Pengeluaran desa lebih banyak untuk penguatan kapasitas warga lalu belanja kesehatan, biaya pendidikan dan lingkungan," ungkap Kades Panggungharjo, Wahyudi.(Cah/LD/RF/PO/AT/X-11)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More