Kisah Kelam Sang Penari Lengger

Penulis: Putri Yuniarti Pada: Sabtu, 23 Feb 2019, 12:05 WIB Weekend
Kisah Kelam Sang Penari Lengger

Album soundtrack film "Kucumbu Tubuh Indahku" (ANTARA News/HO)

Tubuh dapat menjadi representasi diri. Inilah yang mungkin ingin ditampilkan dalam film Kucumbu Tubuh Indahku garapan Garin Nugroho tersebut. Sisi tradisional dengan latar tempat di Yogyakarta begitu kuat terasa saat menonton film ini. Dalam film ini juga kompilasi antara narasi sosok penari dan koreografer Rianto, yang berperan sebagai Juno dewasa, bersamaan dengan Raditya Evandra yang berperan sebagai Juno kecil.  

"Enak, cukup dan tidak berlebihan," jelas Garin saat ditemui di Plaza Indonesia, Jakarta, Sabtu (16/2). Ia menambahkan musik yang diberikan oleh Mondo pas sesuai dengan yang diinginkan. Sehingga mempermudah dalam editing ketika memasukkan musiknya.

Cerita yang terinspirasi dari kisah hidup Rianto ini, memperlihatkan sosok Juno sebagai sentra cerita. Ia tinggal di sebuah kampung, berdua dengan ayahnya yang seorang dayang terkenal. Sepeninggal ibunya, Juno kecil diajarkan untuk hidup mandiri dan mengerjakan semua pekerjaan rumah seorang diri. Ia belajar menari lengger, mengerjakan pekerjaan rumah, dan bekerja membantu tetangganya setelah ayahnya kemudian minggat. Juno hidup berpindah-pindah tergantung dari siapa orang yang mau menampungnya.

Sosok Juno ditampilkan sebagai seorang anak yang mengalami trauma. Semua trauma yang ia alami merupakan trauma badan, seperti ia pernah melihat kakeknya membunuh anak buahnya dengan dengan celurit setelah kepergok tidur dengan putrinya. Kemudian trauma karena guru tarinya diseret warga saat menyuruh Juno kecil untuk memegang dadanya. Dan saat Juno melihat kakek yang mengajarinya menjahit meninggal karena usianya sudah tua. Semua trauma itu membuatnya sangat ketakutan dan marah kepada dirinya sendiri.

"Percaya dengan mata, sambung dengan hati," pesan kakek itu. Kakek  menampungnya setelah sang bibi menitipkan Juno. Kakek itu berpesan, kalau Juno tidak boleh menyesali dengan jalan hidupnya, karena tubuhnyalah yang akan membawa Juno pergi jauh menuju jalannya sendiri.

Plot beralih saat Juno remaja ditampilkan sebagai penari Lengger yang lemah gemulai. Ia adalah penari kampung yang cukup laris, tapi Juno kemudian diusir karena kepala daerah yang ia tinggali kepergok menggandengnya saat memberikan minuman ketika ada acara besar di desanya. Sejak saat itu, Juno hidup mandiri, berpindah-pindah, mengalir mengikuti nasib.

Film ini begitu memukau dangan tembang-tembang tradisional dan tarian Lengger di dalamnya. Tidak hanya itu, dialog singkat dan padat membuat penonton akan hanyut oleh narasi dari Juno dewasa. Semakin gereget ketika ia menyampaikannya dengan lenggak-lenggok tarian tangan dan tubuhnya yang begitu lues.

Pesan moral, budaya tradisional dan isue LGBT menjadi gambaran dari film Kucumbu Tubuh Indahku. Film ini memperlihatkan bagaimanapun semua yang terlihat oleh mata belum tentu kebenaran yang abadi. Jadi sebagai orang bijaksana lihat, dengar dan rasakan apa yang ingin benar-benar diketahui dalam hidup ini. Seperti gambaran penari perempuan yang dulunya mengajari Juno kecil.

Walaupun film ini begitu padat akan pesan, namun masih ada sedikit kerikil yang tergambar. Seperti bagian ending cerita yang dibuat tanpa dialog dan terkesan mengambang membuat para penonton bingung. Gambaran dari lika liku dari seorang penari ini memang sudah jelas namun siapa dan bagaimana sosok Juno ini tidak dijalaskan secara rinci sehingga sulit dipahami. Dan keputusan Juno untuk melanjutkan hidup sebagai heteroseksual atau tidak juga terlihat mengambang dalam gambaran film tersebut.

Film garapan rumah produksi Fourcolours ini tlah memenangkan beberapa pengahargaan sebagai Best film pada Festival Desember 3 Continents, Perancis 2019 dan Bisaro D'oro Award Venice Independent Film Critic, Italia 2018. Rencananya film ini akan tayang pada bulan Maret 2019 di seluruh bioskop Tahah Air. (M-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More