Tasya Kamila Jaga Lingkungan dengan Memilah Sampah

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Jumat, 22 Feb 2019, 00:45 WIB Hiburan
Tasya Kamila Jaga Lingkungan dengan Memilah Sampah

INSTAGRAM

PENYANYI dan bintang iklan Tasya Kamila, 26, sejak beberapa tahun belakangan ini konsisten memilah sampah rumah tangga demi menjaga lingkungan. Menurutnya, memilah sampah tidaklah sesulit yang dibayangkan banyak orang. Terlebih, jika kebiasaan itu sudah menjadi bagian dari gaya hidup.

"Soal sampah memang menjadi salah satu komitmen aku terhadap lingkungan. Kalau kita buang sampah sembarangan secara masif, dampaknya kerusakan lingkungan yang ditimbulkan juga masif. Nanti anak cucu kita tidak bisa lihat kekayaan alam kita, misalnya, biota laut," kata Tasya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (21/2).

Untuk memilah sampah, lanjutnya, langkah yang paling mudah ialah dengan menyediakan tempat sampah terpisah di rumah. Dengan demikian, diri sendiri dan anggota keluarga tergerak untuk memilah sampah.

"Jika sudah menyediakan tempat sampah yang berbeda untuk tiap kategori sampah, anggota keluarga lain bakal ikut memilah sampah," ucap perempuan yang tahun lalu menyelesaikan pendidikan S-2 jurusan Public Administration di Columbia University, Amerika, itu.
Tasya membagi tempat sampah di rumahnya menjadi dua jenis, yaitu organik dan anorganik. Tempat sampah organik dia letakkan di dapur karena produksi sampah organik seperti sisa bahan makananan, banyak berasal dari sana.

Setelah terkumpul, dia akan memindahkan sampah organik ke tong komposter yang akan mengubah sampah menjadi kompos. Mantan penyanyi cilik itu memang sengaja menyediakan komposter atau alat yang digunakan untuk membuat pupuk dari sampah.

"Aku pisahkan sampah basah yang bisa terurai alami (sampah organik), seperti sisa makanan, kulit buah, dan daun-daunan. Setelah dimasukkan ke tabung komposter, disemprot dengan bioaktivator (pengurai), lalu tunggu 3-5 hari. Hasilnya, pupuk cair siap dipakai,” tutur penyanyi yang di masa kecilnya populer dengan lagu Libur Tlah Tiba itu.

Adapun sampah anorganik, lanjutnya, dapat dibagi lagi menjadi beberapa kategori, misalnya, kertas, plastik, kaleng, dan kaca. Namun, Tasya menyarankan, jika baru ingin memulai memilah sampah, tidak usah membuat kategori terlalu banyak supaya tidak membingungkan.

Kurangi sampah plastik
Selain memilah sampah, Tasya berupaya mengurangi menggunakan barang-barang yang berujung menjadi sampah, misalnya, kantong plastik. Karena itu, dia selalu membawa kantong belanja sendiri dan menggunakan sedotan pakai ulang yang terbuat dari stainless steel.

"Sangat penting untuk menumbuhkan kebiasaan mengurangi sampah plastik," imbuhnya.

Tasya mengingatkan bahaya sampah plastik yang butuh waktu lama untuk terurai. Sampah plastik terbukti merusak berbagai ekosistem di darat maupun di laut.

"Mungkin cuma satu bungkus permen yang kita buang sembarangan. Tapi kalau ada satu juta orang melakukan hal yang sama, timbunan sampah plastik jadi banyak sekali," kata Duta Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tersebut.

"Sudah saatnya kita kurangi plastik. Mulailah membawa botol minum dan tas belanja dari rumah dan juga gunakan produk daur ulang. Pokoknya kita harus memaksimalkan reduce, reuse, dan recycle,” pungkasnya. (Ant/H-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More