Ombudsman: Tingkat Laporan Permasalahan Layanan Publik Capai 79%

Penulis: Ferdian Ananda Majni Pada: Kamis, 21 Feb 2019, 15:00 WIB Politik dan Hukum
Ombudsman: Tingkat Laporan Permasalahan Layanan Publik Capai 79%

MI/Rommy Pujianto

ANGGOTA Ombudsman Adrianus Meliala mengatakan tingkat kesediaan masyarakat dalam melapor apabila terjadi permasalahan pelayanan publik cukup tinggi yaitu mencapai 79,4%.

"Fakta ini merupakan hal yang positif karena masyarakat sudah memiliki kesadaran yang cukup tinggi untuk melapor, baik pelayanan di sekolah, rumah sakit, adminduk, atau pelayanan lainnya, sangat bagus," kata Adrianus, di Gedung Ombudsman, Jakarta Selatan, Kamis (21/2)

Adrianus menjelaskan kondisi itu menjadi suatu yang mengindikasikan masyarakat ingin memperbaiki pelayanan publik.

"Masyarakat tahu hak-hak mereka dan tidak acuh saja ketika mengakses layanan publik itu harus tahu bagaimana proses, harga dan lainnya," sebutnya

Meskipun demikian, dalam survei yang dilakukan Ombudsman tentang indeks persepsi maladministrasi (Inperma) 2018, diketahui hanya sekitar 22% dari 2.818 responden yang mengetahui apa itu maladministrasi.

Baca juga: KPK Serahkan Aset Rampasan ke Kejagung dan BNN

"Sebagai mana diketahui bahwa entry point Fokus Ombudsman RI dalam melihat satu masalah adalah melalui konsep maladministrasi, ternyata 78% belum mengerti apa itu maladministrasi," sebutnya.

Terkait sumber informasi tentang maladministrasi diketahui sebagian besar melihat bahwa sumber elektronik menjadi sumber yang cukup dalam rangka memberikan penjelasan tentang maladministrasi tersebut.

Survei dilakukan kepada 2.818 responden yang tersebar di 10 kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More