Warga Siap Direlokasi

Penulis: Liliek Dharmawan Pada: Kamis, 21 Feb 2019, 02:45 WIB Nusantara
Warga Siap Direlokasi

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

PEMERINTAH Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, berencana merelokasi masyarakat terdampak tanah bergerak­ di Dusun Kalientok, Desa ­Kebutuhjurang, Kecamatan­ Pagedongan. Adapun lokasi terbaru masih di sekitar desa setempat.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Arif Rahman, mengatakan relokasi menjadi opsi bagi warga yang terkena dampak bencana tanah bergerak. “Ada 22 rumah rusak terdampak tanah bergerak, dan ada 25 keluarga atau 84 jiwa yang mengungsi akibat bencana tersebut. Untuk relokasi masih menunggu hasil kajian dari tim Badan Geologi Bandung,” kata Arif, kemarin.

Selain itu, lanjut Arif, BPBD Banjarnegara sudah memasang alat deteksi dini atau early warning system (EWS) tanah bergerak dan longsor di Desa Kebutuhjurang. Sewaktu-waktu ada pergerakan tanah maka EWS akan bekerja dengan memunculkan suara peringatan. “BPBD juga melakukan simulasi bencana untuk warga ­setempat,” tambahnya.

Masih terkait dengan bencana, ratusan rumah terendam banjir di Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan. Kepala BPBD Kabupaten Musi Rawas, Paisol, mengatakan pihaknya sudah menurunkan tim sekaligus melakukan pendataan.

“Terdapat 177 rumah terendam­ dengan ketinggian air terparah di RT 1 dan 2 Kelurahan Muara Kelingi, Kecamatan­ Muara Kelingi. Ketinggian air 1 meter akibat luapan Sungai Musi,” terang Paisol.

Banjir juga melanda Kecamatan Muara Lakitan yang menyebabkan 200 rumah di Desa Semangus Lama dan Desa Prabumulih I terendam air dengan ketinggian setengah hingga 1 meter. Namun, hingga kini BPBD belum bisa mendata jumlah pengungsi.

Sementara itu, cuaca ­ekstrem juga dipengaruhi supermoon yang terjadi Selasa (19/2) malam. Arman Abdul Rohman dari ­Komunitas astronomi Imah Noong Bandung menuturkan, supermoon 9 Februari ini merupakan peristiwa terdekat dan terbesar yang terlihat di tahun ini, yakni hanya berjarak 356.846 km.

Dampak supermoon terhadap bumi biasanya menyebabkan pasang surut air laut atau permukaan laut lebih tinggi daripada biasanya. Selain itu, khusus bagi peneliti di bidang lain, terang dia, pengamatan ini bisa jadi sumber bahan lainnya, sebab setelah bulan purnama atau gerhana biasanya juga terjadi gejala alam di bumi.

Siaga karhutla
Pada bagian lain, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung (Babel), mewaspadai kebakaran hutan dan lahan (karhutla), setelah Riau menyatakan siaga karhutla.

Hingga sekarang, BPBD Provinsi Babel belum menetapkan status siaga karhutla. “Memang terpantau ada satu titik panas diduga karhutla di Bangka Selatan, tapi tidak berpengaruh karena potensi hujan masih terjadi di Babel. Makanya kita belum tetapkan status siaga karhutla,” kata Kepala BPBD Babel, Mikron Antariksa.  

Mikron menyebutkan pada 2018, jumlah kejadian Karhutla di Babel cukup tinggi, yakni mencapai 175 kejadian dengan luas lahan terbakar 195 hektare. Untuk tahun ini Satgas Karhutla serta kabupaten akan berupaya agar kejadian karhutla di Babel dapat diminimalkan. “Jangan sampai terjadi seperti tahun lalu,” ujar Mikron. (DW/DG/RF/N-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More