Kebesaran Hati di Balik Cupcake

Penulis: Suryani Wandari Putri Pada: Minggu, 17 Feb 2019, 04:30 WIB Weekend
Kebesaran Hati di Balik Cupcake

MI/WANDARI/Ilus. Duta

TAICHING: Dengan berjualan kue, ia berhasil mengumpulkan uang untuk membantu pengobatan adiknya.

SATU per satu bahan baku kering dimasukkan koki cilik Leah Choy ke mangkuk kaca, seperti tepung terigu, cokelat bubuk, baking soda, baking powder, gula, dan garam. Setelah semua bahan kering dimasukkan, berikutnya ia memasukkan bahan cair berupa minyak, susu segar, air hangat, dan dua butir telur. Semua bahan diaduk perlahan hingga tercampur rata dan tidak ada yang menempel di sisi mangkuk.

"Caranya kalian buat semacam sumur di bahan kering, lalu masukan bahan cair ditengahnya, aduk sampai rata. Jangan ada bahan yang masih menempel ya, kamu bisa mengetuk pinggiran mangkuk beberapa kali menggunakan sendok pengaduk," kata chef Leah, saat demo membuat cupcake dalam peluncuran buku pertamanya berjudul Chef Leah with a Big Heart di Gandaria City, Sabtu (26/1).

Lalu, adonan itu dimasukkan ke 12 cup kertas yang dipanggang dalam oven pada suhu 180 derajat celsius selama 18 menit-25 menit. Setelah itu, cupcake baru dihias menggunakan bahan lain. Seru kan sobat?

Leah memang gemar membuat kue. Baginya, membuat kue menyenangkan, apalagi hobinya ini bermanfaat bagi adik perempuannya bernama Adele. "Buku ini memang didedikasikan untuk Adele, adikku yang memiliki kelainan otak," kata Leah yang kini berusia 10 tahun.

Seperti judul bukunya, Leah berhati besar dan lembut. Ia berjualan cupcake untuk mengumpulkan uang bagi pegobatan adiknya. "Saya belajar sama ibu dari Youtube. Saya ingin adik saya sembuh," kata Leah.

Baginya, kue menjadi jalan mendapatkan uang karena orang-orang suka dengan rasa manis. Dia terus mengasah bakatnya, mengekspresikan kreativitas dan keunikannya pada kue. Tidak mengherankan di 2015 ia berhasil memenangkan The Tuanku Bainun Young Changemakers Awards (YCMA) lo.

Tidak berhenti sampai di situ, ia berhasil meluncurkan buku masaknya. Ia juga diundang ke Cake Boss, acara TV Malaysia yang dipandu koki selebritas terkenal, Buddy Valastro. Yuk, kenalan! (M-3)

Sayang Adele

'Adele lahir ketika aku baru berusia tiga tahun. Dua bulan kemudian orangtuaku mengetahui dia terluka otaknya. Saya ingat suatu malam saya melihat mama menangis sangat keras setelah mengetahui kondisi Adele.'

Kalimat itu menjadi pembuka buku Leah. Ia bercerita orangtuanya bekerja keras membantu Adele. Tidak ingin tinggal diam, Leah pun ingin turut membantu adiknya.

"Dokter bilang adikku mungkin hanya bisa bertahan beberapa tahun saja, tapi aku yakin dia pasti bisa sembuh," kata Leah. Saat itu Adele memang belum dapat berjalan dan berbicara, tapi Leah selalu mendampingi dan membacakan cerita.

Kini Adele dapat mendengar secara sempurna, membaca lebih baik, dan bisa menangkap isi buku dengan cepat. "Ia itu bisa membaca buku hanya dengan membuka lembaran buku dengan cepat, itu keren," kata Leah.

Menurut chef Ben Imantaka yang membantu Leah membuat cupcakes saat itu, tekad Leah menjual buku pun bukan semata untuk terkenal. Ia hanya ingin membagikan kisahnya untuk menginspirasi anak-anak agar tidak menyerah nih. Hasil penjualan buku ini pun akan dia gunakan untuk membantu pengobatan adiknya. Tak hanya itu, baru-baru ini Leah bahkan telah membuat 15 ribu cupcakes dan mendapatkan uang sebesar RM30 ribu untuk membantu suku Rohingya di Myamnmar. Keren kan sobat?

Cara Menghias

Selain menyiapkan adonan kue, Leah pun menyiapkan butter cream untuk menghias bagian atas cupcakes nih sobat. Leah mencampurkan butter, vanila, susu cair, gula pasir, dan pewarna makanan menggunakan mixer. Setelah tercampur sempurna, ia memasukkan butter cream dalam piping bag berbentuk segitiga dan mulai menghias.

Lea memperagakan dua bentuk, bunga mawar dan bunga kecil. Untuk bunga kecil ini Leah mencampurkan butter cream berwarna biru dan putih. Caranya cukup gampang lo sobat, kalian tinggal pilih spuit berbentuk bunga untuk diletakan di ujung piping bag. Lalu, secara perlahan tekan butter cream, keluarkan sedikit demi sedikit.

Sementara itu, bentuk mawar, kalian bisa memilih spuit agak pipih. Mulai keluarkan butter creamnya dari tengah cupcake melingkar keluar tanpa putus. Mudah ya sobat?

Kiat tidak Berantakan

1. Telur bisa dimasukkan ke mangkuk terlebih dahulu jika dibandingkan dengan bahan lainnya. Ini dilakukan agar kita bisa melihat telur itu bagus atau tidak sehingga bisa dibuang apabila kurang bagus.

2. Pecahkan telur di mangkuk berbeda dari tempat adonan, melainkan di meja sehingga kulit telur tak langsung masuk ke adonan.

3. Jika ingin mengaduk adonan pakai mixer, jangan langsung mengocoknya dengan kecepatan tinggi. Mulai kekuatan rendah agar tepung tidak berantakan. Pasalnya, mixer mengeluarkan angin.

4. Masukan adonan cupcakes pada cup hanya 3/4 karena akan mengembang.

5. Memencet butter cream pada plastiknya jangan di tengah, tapi ditekan dari bagian atas agar keluarnya tak patah-patah.

Anak Kecil yang sukses lewat Jualan

1. Almeyda Nayara Alzier

Namanya mungkin tak asing lagi dikalangan anak-anak. Ia sukses berjualan sejak kelas 4 SD dan memiliki penghasilan puluhan juta setiap bulan dari jualan slime.

Bisnisnya bermula dari penasaran dan kreativitas pada mainan bertekstur kenyal dan lengket. Bermodalkan Rp50ribu pemberian ibunya, ia bereksperimen dengan bahan seperti lem, deterjen, hingga pewarna. Setelah melalui sejumlah kegagalan, ia berhasil membuat adonan sempurna dan dijual ke media sosial.

2. Caine Monroy

Anak laki-laki berusia 9 tahun asal Los Angeles ini terkenal membuat permainan arcade dari kardus. Awalnya ia membangun toko dari karton dalam toko ayahnya sebagai cara menghabiskan liburan musim panas. Ia mendapatkan pelanggan pertama bernama Nirvan Mullick yang kemudian mengunggah kreativitas Caine pada media sosial, hingga ia mendapatkan banyak perhatian. Ia bahkan mendapatkan uang sebanyak US$60 ribu untuk beasiswa.

3. Moziah Bridges

Di usia 11 tahun, ia telah berhasil megelola perusahaan produsen dasi kupu-kupu bernama mo's Bows . Usaha itu ia geluti sejak empat tahun, saat ia selalu ingin berpenampilan rapi, lengkap dengan dasi kupu-kupu.

Namun, anak asal Tennessee, California, itu sempat kesulitan menemukan dasi sesuai seleranya. Dibantu neneknya, ia pun menjahit sendiri dasi sesuai seleranya. Kepiawannya merancang dasi itu pun terus diasahnya. Penjualan dasinya mencapai US$90 ribu atau lebih dari Rp1 miliar lo.

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More