RI Segera Terima Dana Pengurangan Emisi dari Norwegia

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Sabtu, 16 Feb 2019, 19:04 WIB Humaniora
RI Segera Terima Dana Pengurangan Emisi dari Norwegia

Ist

INDONESIA bakal segera menikmati dana dari pemerintah Norwegia atas pengurangan emisi gas rumah kaca dari program penurunan emisi dari deforestasi dan degradasi lahan (REDD+).

Kedua negara telah menyepakati aturan main pembayaran pengurangan emisi berbasis hasil (result-based payment). Jumlah pengurangan emisi yang akan dibayar sekitar 4,8 juta ton CO2e.

"Selama empat tahun terakhir, pemerintahan Presiden Jokowi melakukan berbagai upaya korektif di sektor kehutanan dan lahan. Langkah serius pemerintah sudah menunjukkan hasil signifikan pengurangan emisi," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (16/2).

Dalam kesempatan itu, turut hadir Menteri Iklim dan Lingkungan Norwegia Ola Elvestuen yang tengah melakukan kunjungan ke Indonesia.

Menteri Siti mengatakan dengan tercapainya kesepakatan tersebut, artinya itu akan menjadi pembayaran perdana yang diterima Indonesia berkat upaya pengurangan emisi.

Seperti diketahui, kedua negara menyepakati kerjasama pendanaan iklim melalui melalui komitmen nota kesepakatan (letter of intent/LOI) pada 2010. Norwegia menjanjikan dukungan hingga US$1 miliar.

Sejauh ini, baru sekitar 13% dana dialirkan yang digunakan untuk mendukung langkah pemerintah mengatasi deforestasi dari sisi teknis dan pembangunan kapasitas. Sisanya dana akan diberikan untuk membayar hasil pengurangan emisi.

"Jadi nanti dana tersebut juga bisa dinikmati masyarakat. Karena yang melakukan pengendalian perubahan iklim juga masyarakat," imbuh Menteri Siti.

Menteri Ola mengapresiasi sejumlah langkah Indonesia yang serius dalam mengatasi perubahan iklim di sektor kehutanan dan lahan. Itu terbukti melalui kebijakan yang diterbitkan untuk mengurangi deforestasi.

Kebijakan tersebut antara lain moratorium hutan primer dan lahan gambut, moratorium izin baru perkebunan sawit, perbaikan tata kelola kehutanan, dan penegakan hukum lingkungan.

"Kami senang upaya Indonesia mengurangi emisi telah menuai hasil. Jika deforestasi Indonesia terus menurun kami siap untuk meningkatkan pembayaran dana," ujarnya.

Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Ruandha Agung Sugardiman, menjelaskan jumlah pengurangan emisi sebesar 4,8 juta ton CO2e yang akan dikompensasi menjadi dana tersebut merupakan penurunan emisi periode 2016-2017. Angka itu didapatkan berdasarkan baseline tingkat emisi periode 2006-2016.

Pembayarannya nantinya dilakukan melalui Badan Layanan Umum (BLU) yang akan segera terbentuk bernama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Kedua negara kini juga akan bernegosiasi menentukan harga bayar dalam konversi uang.

"Jumlah pengurangan emisi yang disepakati itu nantinya akan diverifikasi pihak independen. Lalu kita bersama Norwegia akan tentukan nilai karbonnya jika diuangkan," ucapnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More