Caleg Nasdem Kumandangkan Politik ala Baskom di Beltim

Penulis: Rendy Ferdiansyah Pada: Sabtu, 16 Feb 2019, 16:45 WIB Nusantara
Caleg Nasdem Kumandangkan Politik ala Baskom di Beltim

MI/Rendy Ferdiansyah

CALON anggota legeslatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Lusyani Suwandi mengumandangkan Politik ala Baskom saat menggelar kampanye dialogis di Manggar Kabupaten Belitung Timur.

Saat itu ratusan Baskom beragam warna dibagikan kepada ratusan masyarakat yang hadir pada saat kampanye dialogis tersebut.

"Baskom itu kan alat dapur yang multifungsi. Bisa untuk tempat air, wadah gangan atau sup ikan, tempat cuci sayur, atau lainnya. Manfaatnya banyak. Sengaja saya bawakan baskom ukuran sedang. Biar praktis," jelas Lusyani bersemangat, Sabtu (16/2).

Ia menyebutkan, dalam konteks politik, baskom ini bisa juga diinterpretasikan sebagai tempat menampung aspirasi warga.  Sebagai calon Anggota DPR RI, dirinya berkomitmen menyerap keinginan masyarakat dan mendorong pemerintah merealisasikannya.

"Baskom menyimpan banyak makna. Bahkan, bagi orang Belitung Timur, baskom ini singkatan dari Basuri Komunikasi hehe," ujarnya sambil tertawa.

Lebih jauh Lusyani menjelaskan, bahwa pemberian baskom ini tak menyalahi aturan kampanye.

"Kami tahu mana yang diperbolehkan dan dilarang untuk dibagikan ke warga. Baskom sah-sah saja, karena dari sisi harga sangat efisien. Ini sudah dikonsultasikan dengan pihak KPUD dan Bawaslu," katanya.

 

Baca juga: NasDem Tempatkan Perempuan di Posisi Strategis

 

Pemberian baskom, tambah kader Surya Paloh ini, untuk menghindari politik uang.

"NasDem anti money politics. Di setiap kampanye saya, tidak ada yang namanya bagi-bagi uang. Paling banter ya baskom. Ini sekaligus jadi pendidikan politik. Jikalau kita mau ngasih sesuatu ke warga, berikan yang manfaatnya cukup lama dan tentu harganya tidak salahi aturan," ungkap dia.

Selain baskom, Lusyani juga menitipkan contoh kertas suara, stiker dan kartu nama.

"Banyak orang yang akan memilih saya, tapi masih belum tahu caranya. Saya ajari mereka tata cara mencoblos pakai specimen kertas suara. Suara mereka sangat berharga untuk saya dan partai NasDem," kata perempuan yang lahir di Jebus Bangka Barat 48 tahun yang lalu ini.

Lusyani juga menitipkan pesan untuk penyelenggara agar lebih maksimal lagi dalam penyelenggaraan dan pengawasan pemilu.

"Saya apresiasi kinerja KPUD, mereka sudah bekerja. Tapi perlu effort lebih agar partisipasi pemilih meningkat. Begitu pun dengan Bawaslu. Jangan sampai kecolongan. Jelang voting day, makin banyak caleg dan tim sukses yang iming-imingi ini itu. Bikin warga resah. Tapi, sekali lagi, saya yakin pemilih di Babel rasional, tak tergoda politik uang," tutup Lusyani. (OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More