Distribusi Surat Suara tidak Dikawal

Penulis: Bayu Anggara anggoro Pada: Sabtu, 16 Feb 2019, 08:55 WIB Nusantara
Distribusi Surat Suara tidak Dikawal

ANTARA/Asep Fathulrahman
Pekerja menumpuk dus berisi surat suara Pemilu di Gudang KPU Kota Serang, Banten

DISTRIBUSI surat suara Pemilu Legislatif dan Presiden 2019 di beberapa daerah di Jawa Barat yang dilakukan tanpa pe-ngawalan dari pihak kepolisian disesalkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat. Padahal, logistik pesta demokrasi ini sangat penting sehingga keamanannya harus terjamin. Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Zaky Hilmi, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengawasan ke seluruh kabupaten/kota terkait distribusi logistik. Dari 27 kabupaten/kota, lima di antaranya sudah menerima surat suara, yakni Kabupaten Pangandaran, Garut, Tasikmalaya, Bogor, Cianjur, dan Kota Banjar.

"Tapi, cukup mengejutkan, pengiriman surat suara dari percetakan di Semarang tanpa pengawalan pihak keamanan kepolisian. Padahal ini merupakan barang negara yang kategorinya urgen," kata Zaky di Bandung, kemarin. Menurut dia, alasan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak memiliki anggaran untuk membayar pengamanan dalam proses pengiriman surat suara ini masih belum dibuktikan. Pasalnya, berdasarkan aturan, KPU harus menjamin keamanan surat suara mulai dari percetakan hingga pengiriman ke tempat pemungutan suara. "Harusnya KPU memastikan itu. Ada SOP untuk menentukan keamanan logistik," katanya.

Kondisi ini, lanjut dia, berbeda dengan Pemilu Gubernur Jawa Barat 2018 karena setiap pengiriman surat suara dari percetakan dikawal aparat kepolisian. "Padahal pilgub kemarin percetakannya di Cikarang, dalam provinsi. Sekarang kan lintas provinsi, masa enggak ada pengawalan untuk keamanan," katanya seraya menyebut setiap potensi gangguan keamanan harus diantisipasi sebaik mungkin. Oleh karena itu, dia meminta pengiriman surat suara ke kabupaten/kota lainnya harus dikawal semaksimal mungkin untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat Abdullah juga menyayangkan bahwa hampir seluruh KPU kabupaten/kota tidak memiliki gudang yang representatif.

Temuan

Di beberapa daerah kini tengah dilakukan penyortiran surat suara. Pihak KPU Kota Tasikmalaya, Jabar, kemarin menemukan lebih dari 2.000 lembar surat suara dalam kondisi rusak, terutama pada pemilihan presiden dan wakil presiden. Kerusakan tersebut semuanya, telah dipisah dengan yang lainnya mengingat kondisinya tidak bisa digunakan lagi hingga semuanya terpisah tinggal menunggu adanya pergantian dari KPU RI. Sementara itu, KPU Kabupaten Lamongan telah menerima sejumlah logistik Pemilu 2019, di antaranya, 22.713 kotak suara dan 4.180 bilik suara dari KPU Pusat. Kekurangan bilik suara akan disiasati dengan mempergunakan logistik lama yang berbahan dari aluminium. Ketua KPU Lamongan, Imam Ghozali mengatakan sejumlah logistik yang diterima itu antara lain, 22.713 kotak suara karton dan 4.180 bilik suara. Untuk kekurangan bilik suara, kata dia, KPU Lamongan bakal menggunakan logistik lama yang masih layak pakai berbahan aluminium.(AD/YK/JI/MG/RS/PO/RF/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More