Serapan Beras Bulog Masih Minim karena Panen Sedikit

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Kamis, 14 Feb 2019, 16:23 WIB Ekonomi
Serapan Beras Bulog Masih Minim karena Panen Sedikit

ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

PERUM Bulog hingga pertengahan Februari baru menyerap beras sebesar 2.000 ton. Padahal, sebagaimana ditugaskan pemerintah melalui rapat koordinasi terbatas, perseroan ditargetkan menyerap hingga 1,8 juta ton per tahun.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan rendahnya serapan saat ini lantaran hasil panen di lapangan memang belum banyak.

"Kami prediksi stok di lapangan, baru banyak pada akhir maret," ujar Tri dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (14/2).

Baca juga: BPNT Diusulkan Menggunakan Beras Bulog

Sementara itu, Kepala Cadangan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Nita Yulianis menyatakan potensi produksi beras dalam tiga bulan pertama tahun ini mencapai 14,2 juta ton, dengan rincian 2,4 juta ton di Januari, 4,5 juta ton di Februari dan Maret sebesar 7,3 juta ton.

"Tapi ya kita lihat saja bagaimana di lapangan. Jangan data ini," ucap Tri.

Selain masih minimnya produksi, kendala lain dalam penyerapan adalah rendahnya harga pembelian pemerintah (HPP) beras yang digunakan Bulog.

Tri menyebutkan harga gabah kering panen saat ini masih berada di atas Rp5.000 per kg. Sementara, HPP yang digunakan Bulog, dengan fleksibilitas, hanya Rp4.070 per kg.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More