KH Ma'ruf Amin Minta Doa Restu Warga Cianjur

Penulis: Benny Bastiandy Pada: Kamis, 14 Feb 2019, 15:55 WIB Nusantara
KH Ma

MI/Benny Bastiandy

CALON Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin, meminta doa restu dari masyarakat Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menghadapi Pilpres 2019. Utamanya doa dan dukungan dari para ulama serta nahdliyin dan nahdliyah.

"Saya mohon doa restu. Saya dijadikan calon Wakil Presiden oleh pak Jokowi mewakili dan merepresentasikan warga NU (Nahdlatul Ulama). Jadi. Oleh karena itu saya mohon doanya dari para ulama, nahdliyin, dan nahdliyah," kata Ma'ruf Amin kepada wartawan seusai menghadiri Harlah ke-93 Nahdlatul Ulama yang digelar Pengurus Cabang NU Kabupaten Cianjur di Lapang Prawatasari, Kamis (14/2).

Ma'ruf Amin hadir dalam kegiatan itu sebagai Mustasyar PBNU. Ia memberikan materi mauidzoh hasanah kepada warga NU di Kabupaten Cianjur.

"Saya sebagai Mustasyar NU diundang hadir menguatkan ke-NU-an di Kabupaten Cianjur ini," ucapnya.

 

Baca jugaErick Thohir Ajak Muslim Milenial Bangun Ekonomi Umat

 

Menghadapi debat yang akan digelar Minggu (17/2), Ma'ruf Amin mengaku sudah siap. Ia sudah mempelajari berbagai materi yang nanti jadi bahan dan konsep debat.

"Ya biasa saja. Kita pelajari. Kita siapkan konsep-konsepnya bagaimana pembangunan kita di bidang-bidang yang menjadi isu perdebatan," tegas Ma'ruf Amin.

Ia menuturkan sudah berbagi peran dengan pasangannya, Joko Widodo. Pada debat kedua nanti, Ma'ruf Amin kebagian materi pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, serta sosial dan budaya.

"Tentu saya akan siapkan bahannya," pungkasnya.

Harlah ke-93 NU di Kabupaten Cianjur diisi berbagai acara. Kegiatannya diawali dengan pawai dari PCNU ke Lapang Prawatasari. Kegiatan lainnya dilanjutkan dengan deklarasi ikhwanul mubalighin dan relawan. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More