144 Kayu Gelondongan Ilegal di Aceh Diamankan

Penulis: Amiruddin Abdullah Reubee Pada: Kamis, 14 Feb 2019, 14:20 WIB Nusantara
144 Kayu Gelondongan Ilegal di Aceh Diamankan

ANTARA/Ampelsa
TANGKAP KAYU GELONDONGAN: BANDA ACEH, 3/7 - TANGKAP KAYU GELONDONGAN. Polisi mengamankan kayu gelondongan diduga hasil illegal loging di Polres Pidie, Prop Aceh, Senin (2/7).

DINAS Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, mengamankan 144 gelondongan hasil ilegal logging di kawasan hutan Desa Kila, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya. 

Kayu berkualitas bagus jenis meranti, kruing, damar dan meudang tersebut sekarang disimpan sebagai barang bukti di Polres Nagan Raya.

Kepala Bidang Konservasi Hutan dan Lahan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, M Daud, kepada Media Indonesia, Kamis (14/2) mengatakan, awalnya pada Kamis 7 Februari, pihaknya mendapat laporan masyarakat terkait aktivitas penebangan liar di kawasan hutan pengunungan Seunagan Timur.

Karena itu mereka langsung menurunkan tim operasi gabungan Polisi Hutan dan personel Polres Nagan Raya guna melakukan penyisiran.

 

Baca juga: KLHK Amankan 327 Kontainer Kayu Ilegal di Surabaya

 

Setiba di kawasan hutan Desa Kila, mereka mendapati tumpukan kayu tersembunyi dalam semak. Kayu hutan tersebut diduga baru dikeluarkan dari lokasi penebangan dalam hutan belantara sekitarnya.

"Ada 144 batang kayu log dan balok tem berhasil disita yang diduga hasil pembalakan liar. Sebagian kayu itu sudah kita angkut dari lokasi untuk barang bukti pengusutan" Kata M Daud.

Dikatakan M Daud, saat penyitaan kayu, tidak ada pembalak liar di lokasi setempat. Pelaku diduga menghindari kejaran tim operasi gabungan tersebut. Ditenggarai mereka sebelumnya sudah mengetahui adanya operasi penyisiran hutan oleh puluhan personel gabungan. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More