Survei Indopolling Network, Prabowo tak Lagi Unggul di Jabar

Penulis: Bayu Anggoro Pada: Rabu, 13 Feb 2019, 18:16 WIB Politik dan Hukum
Survei Indopolling Network, Prabowo tak Lagi Unggul di Jabar

MI/ Akmal

KEMENANGAN Prabowo Subianto di Jawa Barat pada Pemilu Presiden 2014 sepertinya tidak akan terulang pada Pemilu Presiden 2019. Berdasarkan hasil survei terbaru yang dilakukan Indopolling Network, mantan Danjen Kopassus ini hanya meraih 37,9%, tertinggal sekitar 4% oleh Joko Widodo yang mengantongi 41,7%.

Pakar politik Universitas Padjajaran Bandung, Firman Manan, mengatakan, meski keduanya sama-sama bertarung pada Pemilu Presiden 2014, masyarakat belum tentu menjatuhkan pilihan yang sama pada pemilu tahun ini. Salah satu faktor utama penyebab pergeseran pilihan itu adalah kinerja Joko Widodo yang dianggap masyarakat berhasil, terutama dalam membangun infrastruktur.

"Posisinya sekarang berbeda, 2014 keduanya orang baru. Tapi hari ini, kalau bicara Jokowi adalah incumbent," kata Firman yang hadir sebagai pembicara saat pemaparan hasil survei tersebut, di Bandung, Rabu (13/2).

Dia menilai, calon petahana memiliki keunggulan pada pemilu. Salah satunya karena mampu menunjukkan kinerja dalam memimpin pemerintahan.

"Punya keuntungan dengan kinerja. Apalagi di Jawa Barat ada 30 proyek strategis nasional yang dibuat pemerintah," sambungnya.

Hal ini pun sesuai dengan temuan survei tersebut yang menyebut tingkat kepuasan responden terhadap pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mencapai 56,8%.

"Sebagian besar pemilih mengapresiasi kinerja pemerintahan Jokowi," ungkapnya.

Oleh karena itu, jika Joko Widodo-Ma'ruf Amin ingin unggul di Jawa Barat pada Pemilu Presiden 2019, menurutnya, tim kampanye hanya perlu menyosialisasikan keberhasilan-keberhasilan yang diraih pemerintah pusat dalam lima tahun ini.

"Kalau itu bisa dimanfaatkan secara optimal, dikampanyekan, saya rasa hasil survei sekarang akan menjadi kenyataan," tuturnya.

Baca juga: Erick Tegaskan 7 Lembaga Survei Nyatakan Jokowi Unggul

Lebih lanjut, Firman menyebut pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin pun diunggulkan oleh kehadiran Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) yang memenangkan Pemilu Gubernur Jawa Barat 2018. Sebab, mereka diusung partai yang sama sehingga dipastikan mantan wali kota Bandung itu akan mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01.

"Ridwan Kamil masih punya magnet elektoral di sebagian pemilih. Apalagi pilgub kan baru kemarin," imbuhnya.

Dia pun menilai saat ini Emil bekerja efektif untuk mengampanyekan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Kang Emil all out. Sabtu-Minggu Kang Emil kan bergerak mengampanyekan 01. Bacaannya, Kang Emil memberikan dukungan penuh ke 01," lanjutnya.

Pada sisi lain, jika Prabowo ingin kembali unggul di Jawa Barat, pasangan nomor 02 itu harus meyakinkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) agar mau berkampanye ke masyarakat. Sebab, dia menilai, secara kepartaian, hanya PKS-lah mitra koalisi Prabowo yang bisa bekerja untuk menyosialisasikan pencalonannya itu.

Hal tersebut terbukti pada pilgub Jawa Barat 2018, ketika PKS bergerak mengakibatkan suara Sudrajat-Syaikhu naik drastis. Selain itu, Firman menilai Prabowo Subianto-Sandiaga Uno harus mengkritisi kebijakan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk meyakinkan pemilih mau kembali kepadanya. Akan tetapi, harus diiringi dengan alternatif solusi yang berbeda.

Firman menyebut, pertarungan pemilu presiden di Jawa Barat cukup seru karena memiliki karakteristik pemilih yang beragam. Kedua kandidat, menurutnya, sangat fokus dalam meraup suara di tatar Pasundan ini.

"Jabar wilayah strategis, jumlah pemilih terbanyak. Ini swing province, battleground. Jabar harus dimenangkan, jadi ada semacam konsentrasi untuk menggarap Jabar," tukasnya.

Peneliti Indopolling Network, Wempy Hadir, mengatakan, Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul di kawasan Cirebon Raya dengan meraih 55,3%, kemudian sebanyak 13% tidak menjawab.

Sedangkan di Jawa Barat selatan, Prabowo unggul dengan meraih 50%, sedangkan Joko Widodo 40%.

"Sisanya tidak menjawab," katanya.

Adapun di kawasan barat, tengah, dan utara Jawa Barat, menurut Wempy, menjadi area pertempuran karena selisihnya tipis dan jumlah pemilih banyak.

"Di tengah 01 meraup 41,9%, 02 meraup 41,2%. Di utara 01 meraup 35%, 02 meraup 30,7%, di barat 01 meraup 40%, 02 meraup 39%," rincinya.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More