Ussy Sulistiawaty Ubah Pola Asuh supaya Anak Berani

Penulis: Sri Utami Pada: Rabu, 13 Feb 2019, 00:00 WIB Hiburan
Ussy Sulistiawaty Ubah Pola Asuh supaya Anak Berani

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

AKTRIS Ussy Sulistiawaty, 37, mengaku sebagai ibu yang over protektif kepada anak-anaknya. Namun, itu dulu. Sekarang, istri Andhika Pratama itu memberi sedikit ruang kebebasan bagi keempat anaknya untuk bereksplorasi.

"Dulu aku ibu yang penuh larangan. Aku jadi tahu kalau ngelarang anak, gimana dia bisa mengekspolarasi diri mereka sendiri?” ucap Ussy saat ditemui di acara Dancow: Iya Boleh di Jakarta Pusat, Kamis (7/2).

Ada sebuah peristiwa yang membuatnya mengubah pola asuh itu. Ketatnya larangan Ussy, membuat Nur Amalia Putri dan Syafa Al Zahra, dua anaknya yang besar, menjadi takut untuk bercerita kepadanya dan memilih curhat ke Andhika.

Ussy pun mendapatkan masukan berharga dari sang suami untuk tidak terlalu keras lagi kepada anak, terutama anak bungsunya yang masih berusia balita Sheva Elmira Lorrenia.

Karena itulah, ia pun mulai menerapkan pola asuh dengan ruang eksplorasi lebih besar kepada anak sedari kecil. Ia berharap, cara itu bisa memberikan dampak positif kepada anak untuk berani berekspresi, percaya diri dan peduli.

"Sudah saya terapkan ke anak saya (Sheva), dan memang dia jadi lebih aktif dan berani dibanding dengan kakaknya yang lebih diam dan malu-malu," ujarnya.

Namun, Ussy tetap memainkan peran di dalamnya. Menurutnya, peran orangtua sangat dibutuhkan untuk memastikan anak aman. Orangtua pun tetap harus menjalankan pola asuh yang bebas, terukur, dan bertanggung jawab. "Kita harus mengajarkan anak lebih berani, tapi bukan berarti dilepas begitu saja. Harus tetap aman dan dalam jangkauan orangtua," jelasnya.

Waktu terbaik yang dipilihnya untuk berkomunikasi dengan keempat anaknya ialah saat pagi hari saat menyiapkan baju sekolah dan sarapan. "Pagi itu waktu yang paling enak sebelum mereka berangkat sekolah," tuturnya.

Puasa gawai
Ketegasan Ussy dalam mengasuh juga termasuk dalam urusan memegang gawai. Paparan gawai pada anak-anak dipercayanya dapat menimbulkan dampak negatif dalam jangka panjang.

Setelah serangkaian usaha, ia pun gembira karena anak-anaknya sudah dua bulan bisa lepas dari gawai. Ia mencoba memberi pengertian dalam bahsa yang mudah dipahami anak bahwa gawai bisa menyebabkan kerusakan saraf.

Ussy mengakui bahwa hal itu terlalu berlebihan, tetapi cara tersebut dinilainya efektif. Lantas, bagaimana cara Ussy menjauhkan anaknya dari gawai? "Kalau dia mau main HP, aku ajak main. 'Udah ayo sini, mama punya buku cerita, punya mainan baru'. Dia jadi teralihkan," tutupnya. (H-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Debat perdana Pilpres 2019 menjadi ajang untuk menunjukkan impresi para kandidat Pasangan Calon Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Anda siapa yang unggul di debat perdana ini?





Berita Populer

Read More