Peneliti Prediksi Serangga di Dunia Punah Dalam 1 Abad

Penulis: Suryani Wandari Putri Pada: Selasa, 12 Feb 2019, 18:25 WIB Weekend
Peneliti Prediksi Serangga di Dunia Punah Dalam 1 Abad

AFP/SYLVAIN THOMAS

Serangga disebut-sebut sebagai 'penyelamat' dunia binatang. Pasalnya dibutuhkan tingkat kehancuran yang tinggi guna membinasakan mereka secara permanen.

Sayangnya, studi terbaru mengungkapkan serangga bisa punah dalam kurun waktu satu abad atau 100 tahun, jika laju penurunan mereka cepat. Penurunan itu akan memicu keruntuhan bencana di ekosistem planet.

Para ilmuwan di University of Sydney mengungkapkan, total massa serangga ditemukan turun 2,5% per tahun. Temuan ini berdasarkan klaim sebelumnya bahwa Bumi telah memasuki kepunahan massal keenamnya. Kepunahan pertama terjadi saat asteroid raksasa menghantam Meksiko modern dan memicu kematian dinosaurus 66 juta tahun yang lalu.

Mereka mengatakan pertanian industri, perubahan iklim, dan urbanisasi yang harus disalahkan. Kondisi itu memicu kematian serangga delapan kali lebih cepat dibandingkan mamalia, burung, dan reptil.

Berdasarkan data dari Leo Deauncey yang disitat Dailymail, sejak 1990, jumlah kupu-kupu turun 27% di tanah pertanian, 58% di hutan, dan neonicotinoid telah membuat jumlah lebah menurun drastis sekitar 46%.

Kelompok yang paling parah terkena dampaknya ialah caddisfly dengan 68% penurunan, capung dan kumbang juga mengalami penurunan yang signifikan masing-masing 37% dan 49%.

Dr Andrew Bladon, rekan riset pascadoktoral di Universitas Cambridge mengatakan tidak mungkin semua serangga akan mati. Namun jumlah mereka akan menyusut hingga titik terendah, hingga fungsi ekologis mereka akan minimal.

"Satu hal penting yang perlu dikemukakan adalah jauh sebelum yang terakhir mati, mereka tidak dapat menjalankan fungsinya. Mereka tidak akan memberikan layanan penyerbukan yang mengakibatkan tidak memadainya sumber makanan bagi mahluk lain," kata Andrew.

Setiap penurunan  jumlah spesies serangga pada akhirnya akan berdampak besar pada manusia juga. Serangga 'penting' untuk semua ekosistem karena perannya dalam menyerbuki tanaman dan bunga, dan sebagai bahan makanan bagi makhluk lain, kata para peneliti. (M-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/2) akan digelar debat kedua Pilpres 2019. Debat kali ini akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kedua ini?





Berita Populer

Read More