Ini Sebabnya Pemilu di Karangasem Dibuat Dua Skenario

Penulis: Ruta Suryana Pada: Selasa, 12 Feb 2019, 17:30 WIB Nusantara
Ini Sebabnya Pemilu di Karangasem Dibuat Dua Skenario

MI/rutasuryana

PELAKSANAAN pemungutan suara Pemilu pada 17 April mendatang, khususnya di Kabupaten Karangasem, Bali, bakal berjalan dengan dua opsi skenario. Hal itu demi mengantisipasi kemungkinan terjadinya erupsi Gunung Agung.

Pasemetonan/Persaudaraan Jagabaya Gunung Agung (Pasebaya Agung) melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem merencanakan kedua skenario yang terkait dengan lokasi tempat pemungutan suara (TPS). Pertama, skenario 6 kilometer, dan kedua, skenario 12 km.

Sekretaris Pasebaya Agung, Wayan Suara Arsana mengatakan dalam  koordinasi tersebut dibuat kesepakatan (MoU) dengan desa terdampak dan desa penyangga. Dengan demikian memudahkan dalam penempatan TPS bila terjadi dalam keadaan darurat.  

Dalam pemetaan, untuk radius 6 km yang meliputi 16 desa terdampak sudah disiapkan TPS darurat yang dikoordinasikan oleh kepala dusun dan panitia pemungutan suara (PPS) di tiap desa terdampak dan desa penyangga.

"Intinya Pasebaya Agung siap membantu pemerintah dalam hal ini BPBD dan KPU dengan kemampuan berskala lokal," ujar Suara Arsana saat menerima  kunjungan Kepala Pelaksana BPBD Bali, Made Rentin di Posko Induk Pasebaya Agung, Selasa (12/2).

Terkait dengan kendala yang dihadapi Pasebaya Agung dalam operasional, Kepala Pelaksana BPBD Bali, Made Rentin, menyatakan akan mengupayakan memenuhi kebutuhan Pasebaya  Agung dalam keperluan penyebarluasan informasi lewat internet. BPBD berkoordinasi dengan Dinas Kominfo Bali untuk pemasangan wifi internet.

Pasebaya Agung ini adalah organisasi berbasis kearifan lokal dalam kegiatan edukasi, mitigasi, serta informasi pengurangan risiko bencana sejak terjadinya peningkatan aktivitas Gunung Agung.  Pasebaya ini beranggotakan 28 kepala desa yang berada di lingkar  Gunung Agung dengan radius 12 km sesuai dengan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Perkembangan Gunung Agung hingga saat ini masih status siaga (level  III). Dari pengamatan visual, Selasa (12/2) pukul 00:00 - 06:00 Wita,  tampak terpantau asap kawah betekanan lemah teramati berwarna putih   dengan intensitas tipis dengan tinggi  50 hingga 100 meter di atas  puncak kawah. (A-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/2) akan digelar debat kedua Pilpres 2019. Debat kali ini akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kedua ini?





Berita Populer

Read More