268 Orang Dengan Gangguan Jiwa di Jawa Barat Masih Dipasung

Penulis: Benny Bastiandy Pada: Selasa, 12 Feb 2019, 17:00 WIB Nusantara
268 Orang Dengan Gangguan Jiwa di Jawa Barat Masih Dipasung

MI/Benny Bastiandy

DINAS Kesehatan Provinsi Jawa Barat mencatat sebanyak 268 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih mendapatkan perlakuan diskriminatif dari pihak keluarga. Mereka harus dipasung pihak keluarga dengan berbagai alasan.

"Jumlah (ODGJ) yang dipasung se-Jawa Barat ada 268 orang," kata perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Rini Susiati usai menghadiri acara sosialisasi gebyar penanganan ODGJ di Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (12/2).

Di Jawa Barat, lanjut Rini, wilayah yang paling banyak ditemukan ODGJ dipasung berada di Kabupaten Ciamis. Kondisi tersebut cukup kontradiktif dengan program pemerintah yang menargetkan bebas pasung pada 2019.

"Sebenarnya kita harapkan 2019 ini bebas pasung. Tapi kabupaten/kota sendiri kayaknya masih sulit untuk bebas 100%," jelas Rini.

Di Jawa Barat, jumlah ODGJ di 27 kota dan kabupaten diperkirakan mencapai 72 ribu orang. Estimastinya berasal dari 1,6% per 1.000 penduduk dikali jumlah penduduk di Jawa Barat sebanyak lebih kurang 47 juta jiwa.

"Diperkirakan ada ODGJ itu sebanyak 72 ribu orang. Daerah paling banyak di antaranya di Kabupaten Karawang. Pada 2018 kami sudah merekap berdasarkan laporan dari setiap kota dan kabupaten. Jumlah yang baru terekap sebanyak lebih kurang 42 ribu jiwa," terangnya.

Baca juga: Target Kemensos 2019, Tak Ada Lagi Orang Gangguan Jiwa Dipasung

Rini memperkirakan jumlah ODGJ di Jawa Barat lebih banyak dari angka perkiraan sebanyak 72 ribu orang. Kondisi itu dipicu berbagai faktor. Satu di antaranya tertutupnya pihak keluarga yang enggan melaporkan bahkan mencantumkan penderita ODGJ ke dalam Kartu Keluarga.

"Memang banyak yang belum terlaporkan. Masih banyak (ODGJ) yang didiskriminasikan atau diumpetin keluarga karena menjadi beban. Bahkan ada juga yang tidak dimasukan ke dalam data Kartu Keluarga," ungkapnya.

Rini mengaku sudah sering menyampaikan kebijakan standar minimal pelayanan kesehatan kepada Dinas Kesehatan di seluruh kota dan kabupaten di  Jawa Barat. Dari 12 indikator standar pelayanan minimal itu, satu di antaranya penanganan ODGJ agar bisa diobati 100%.

"Penanganan ODGJ di Kabupaten Cianjur sudah cukup bagus. Jumlahnya sekitar 500 orang. Hanya mungkin masih terkendala obat. Tapi sebetulnya obat sudah disiapkan di pusat. Hanya mungkin jarang minta," tutur Rini.

Koordinator Lintas Sektoral Integrasi dan Promotor Kesehatan Jiwa RSJ ODGJ untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di RSJ Marzuki Mahdi. Hasil pendataan sementara, terdaftar 55 ODGJ calon pasien RSJ Marzuki Mahdi yang akan mendapatkan pelayanan kesehatan selama 1 bulan.

"Data itu yang dilaporkan dari puskesmas, kesehatan jiwa, TKSK, dan lainnya. Data ini kami masukan pendaftaran. Kemudian tahap selanjutnya dilakukan pemberkasan, misalnya soal KTP, KK, rujukan puskesmas, BPJS, serta KIS, termasuk surat persetujuan pihak keluarga dan dilanjutkan perawatan," pungkasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/2) akan digelar debat kedua Pilpres 2019. Debat kali ini akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kedua ini?





Berita Populer

Read More