Dua Korea Ingin Berkolaborasi Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Penulis: Tesa Oktiana Surbakti Pada: Selasa, 12 Feb 2019, 15:42 WIB Olahraga
Dua Korea Ingin Berkolaborasi Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Ilustrasi

KOREA Selatan ingin menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 bersama dengan Korea Utara. Sebuah upaya kerja sama yang bertujuan mengubah wajah Semenanjung Korea.

Rencananya, perwakilan dari kedua Korea menyerahkan proposal menjadi tuan rumah pesta olahraga akbar, dalam pertemuan Kota Olimpiade Internasional di Lausanne, Swiss. Komite Olimpiade Korea Selatan memilih Seoul sebagai tuan rumah penyelenggaraan Olimpiade, ketimbang kota pelabuhan di wilayah selatan, Busan.

Keputusan melibatkan Korea Utara merupakan bagian strategi untuk mencerminkan hubungan bilateral yang lebih hangat. Apalagi pada tahun lalu, Korea Utara mengirimkan atlet, pendukung maupun pejabat, dalam perhelatan Olimpade Musim Dingin di kota pegunungan Pyeongchang.

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, yang mendukung partisipasi Korea Utara, juga menyarankan kedua negara menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2030. Kedua negara diketahui akan mengirim tim gabungan pada Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

Sejauh ini, Korea Utara belum mengumumkan kota mana yang terpilih sebagai lokasi perhelatan Olimpiade 2032. Kendati demikian, sejumlah pengamat menilai Pyongyang menjadi opsi utama lantaran infrastrukturnya relatif memadai. Para pejabat pemerintahan menggambarkan penyelenggaraan Olimpiade bersama, merupakan kesempatan langka. Diplomasi melalui olahraga diyakini dapat menghadirkan stabilitas di Semenanjung Korea.

"Seoul akan bekerja sama dengan pemerintah nasional. Olimpiade Musim Panas 2032 lebih dari sekedar festival olahraga. Itu menjadi kesempatan untuk mengubah nasib Semenanjung Korea," ujar Wali Kota Seoul, Park Won-soon, dalam pernyataan resmi.

Kelayakan Olimpiade antar Korea pada akhirnya masih dipengaruhi keputusan Korea Utara terhadap program nuklir dan rudal balistiknya. Persoalan tersebut menjadi subyek pembicaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) putaran kedua antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, pada akhir bulan ini di Hanoi, Vietnam.

Sejumlah sanksi kemungkinan akan menghambat kerja sama lintas batas terkait infrastruktur Olimpiade. Maka dari itu, Korea Utara diharapkan mengambil langkah signifikan untuk membongkar program nuklir dan rudal. Pembicaraan serius mengenai peran Korea Utara sebagai tuan rumah Olimpiade sebelumnya tidak pernah terpikirkan sekitar dua tahun lalu. Ketika rezim kepemimpinan Kim Jong-un mendapat kecaman luas atas serangkaian peluncuran rudal dan uji coba nuklir.

Korea Utara sempat memboikot Asian Games 1986 dan Olimpiade Musim Panas 1988, yang keduanya diselenggarakan di Seoul. Hubungan bilateral dengan Korea Selatan semakin memburuk jelang Olimpiade Seoul. Ditambah lagi Korea Utara membom sebuah pesawat Korea Selatan pada 1987 yang menewaskan 115 awak dan penumpang.(Theguardian/OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/2) akan digelar debat kedua Pilpres 2019. Debat kali ini akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kedua ini?





Berita Populer

Read More