Hoaks Merupakan Bentuk Ketidakmampuan Bersaing

Penulis: Syarief Oebaidillah Pada: Senin, 11 Feb 2019, 22:11 WIB Politik dan Hukum
Hoaks Merupakan Bentuk Ketidakmampuan Bersaing

Ist

BERITA bohong alias hoaks terhadap pemerintahan yang sah merupakan bentuk ketidakmampuan pihak lain untuk bersaing secara sehat dalam kontestasi pemilihan presiden (pilpres) 2019.

"Penyebarluasan berita dan informasi yang tidak berdasarkan data valid yang terjadi saat ini merupakan bentuk ketidakmampuan dari pihak lain untuk mengakui keberhasilan pemerintahan Presiden Joko Widodo," kata anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto dalam seminar "Menangkal Berita Bohong dan Hoaks Jelang Pilpres 2019", di Padang, Sumatera Barat, Minggu (10/2).

Hadir dalam seminar tersebut Ketua Umum Harmoni Indonesia Firdaus Ali, Bupati Solok dan beberapa pejabat pusat serta Sumatera Barat lainnya.

Melalui keterangan tertulis yang diterima hari ini , Sidarto mengemukakan isu seperti Tiongkok, PKI, anak haram merupakan berita yang sama sekali tidak memiliki dasar validitas.

"Inti dari berita-berita seperti itu hanya untuk mengganggu stabilitas sosial masyarakat yang sudah kondusif," kata Sidarto.

Lebih lanjut, Sidarto mengatakan bahwa  presiden adalah orang yang selalu melaksanakan shalat lima waktu dan pandai membaca Al'Quran .

Baca juga : Lambe Hoaks Cara Segar Lawan Hoaks

"Sementara kandidat lain merupakan kebalikan dari presiden Jokowi, tidak rajin shalat dan tidak bisa baca Al Quran," ujarnya.

Ia meyakinkan bahwa Capres Nomor Urut 01, memang sudah menjadi sosok yang sederhana semenjak menjadi calon Wali Kota Solo.

"Bahkan setelah menjadi presiden juga seperti itu tetap menjadi sosok yang sederhana," katanya.

Ketua Umum Harmoni Indonesia, Firdaus Ali mengatakan, Joko Widodo tidak pernah memiliki niat untuk membalas hoaks yang disebarkan oleh lawan politiknya.

"Banyak isu yang tersebar di tengah masyarakat. Tapi, Jokowi tidak pernah ingin membalas itu.Padahal beliau memiliki kekuatan yang bisa membalas itu," ujarnya.

Terkait hutang, katanya, selama empat tahun pemerintahan Jokowi menambah hutang Rp1.644,23 triliun tapi juga membayar Rp1.600 triliun hutang.

Dengan itu, Jokowi sudah membangun banyak infrastruktur seperti pembangunan embung, jalan, dan hal lainnya.

"Bahkan dalam pemerintahan 4 tahun terakhir pembangunan melebihi 10 tahun kepemimpinan sebelumnya. Di zaman bapak Soeharto pun bisa dibandingkan," katanya.

Ia mengatakan, bagi masyarakat Minangkabau yang mendukung Jokowi, jangan pernah takut menyebarkan kebenaran dalam mendukung Jokowi. Bahkan, untuk kampanye pun jangan takut untuk bersuara.

Pada kesempatan tersebut ,Jokowi dilantik sebagai Bapak Bijaksana Anti Hoaks.

Ketua Panitia Seminar, Diki Syambara mengatakan, masyarakat yang konfirmasi untuk hadir sebanyak 567 dan yang hadir 450 orang.

"Seminar ini untuk menangkal hoaks yang berada di tengah masyarakat yang berpotensi memecah belah," pungkasnya. (RO/OL-8)

Berita Terkini.

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More