Pengamat: Pemprov DKI Jakarta Tidak Paham Fungsi Trotoar

Penulis: M. Ilham Ramadhan Avisena Pada: Senin, 11 Feb 2019, 20:50 WIB Megapolitan
Pengamat: Pemprov DKI Jakarta Tidak Paham Fungsi Trotoar

Dok. MI

PENGAMAT perkotaan dari Universitas Trisakti Nirwono Joga menilai penutupan trotoar di Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat merampas hak pejalan kaki.

Pernyataanya itu berkaitan dengan kebijakan pemerintah DKI Jakarta untuk menutup trotoar di Jati Baru guna mencegah PKL berdagang di pedestrian.

Menurut Nirwono kebijakan tersebut merupakan hal yang tidak perlu dan merampas hak pejalan kaki. "Tidak perlu sama sekali, itu sama saja merampas hak pejalan kaki. Trotoar itu dibangun dengan dana APBD untuk memfasilitasi masyarakat agar berjalan kaki dengan aman dan nyaman," tegasnya melalui pesan singkat kepada Media Indonesia, Senin (11/2).

Ia menilai kebijakan itu merupakan cerminan ketidakpahaman pemerintah tentang hak pejalan kaki dan belum memahami konsep transit oriented development (TOD).

Konsep TOD merupakan salah satu pendekatan pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran dan memaksimalkan penggunaan angkutan massal. Target dari konsep ini yaitu mengajak masyarakat berjalan kaki dan menggunakan transportasi umum.

"Kebijakan tersebut juga menunjukan bahwa pemerintah belum memiliki rencana induk yang matang dalam penataan kawasan Tanah Abang. Tidak heran penyelesaiannya jadi parsial dan tidak tuntas," ujar Nirwono.

Ia berpendapat salah satu cara untuk penataan kawasan Tanah Abang ialah dengan membudayakan berjalan kaki juga mendisiplinkan pejalan kaki.

"Mendisiplinkan itu maksudnya pejalan kaki berjalan di tempat yang sudah disediakan seperti trotoar, jembatan penyebrangan orang (JPO), maupun jembatan penyebrangan multifungsi (JPM)," tandasnya.

Nirwono menambahkan hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan sterilisasi pedagang kaki lima (PKL) di trotoar. Ia juga mengimbau pemerintah mencermati sirkulasi pejalan kaki.

"Pelajari juga arus pejalan kaki di jam sibuk ataupun padat. Intinya utamakan pejalan kaki dan optimalkan trotoar yang sudah direvitalisasi itu untuk pejalan kaki," tambahnya.

Ia juga meminta agar pemerintah DKI lebih tegas dan tidak memilih untuk bermain aman dalam membenahi kawasan Tanah Abang. "Kunci menata Tanah Abang itu sederhana, ketegasan dari Gubernur DKI," kata Nirwono. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/2) akan digelar debat kedua Pilpres 2019. Debat kali ini akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kedua ini?





Berita Populer

Read More