KPU Ajak Semua Pihak Jaga Kualitas Pemilu

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Senin, 11 Feb 2019, 20:03 WIB Politik dan Hukum
KPU Ajak Semua Pihak Jaga Kualitas Pemilu

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar


KETUA Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman menyebut Pemilu 2019 merupakan pemilu yang strategis.

Hal ini didasari berdasarkan beberapa hal diantaranya anggaran untuk mendukung pelaksanaan Pemilu 2019 yang jumlahnya paling besar diantara Pemilu yang pernah diselenggarakan sebelumnya.

Selanjutnya, personil yang terlibat pun terhitung besar dan akan mencapai rekor

“Bayangkan saja ada sekitar 7,2 juta yang akan bertugas di TPS, itu baru di TPS saja, belum lagi ada saksi dari partai politik, saksi capres/cawapres, personil keamanan yang terlibat, baik itu TNI maupun Polri, ini jumlahnya sangat besar” papar Arief saat menjadi pembicara dalam acara Rapat koordinasi Kehumasan dan Hukum 2019 di Bidakara, Jakarta, Senin (11/02).

Pemilu Serentak 2019 menggunakan sistem yang baru, yaitu ada 5 surat suara yang akan dipilih pada hari pemungutan suara hari Rabu 17 April 2019 mendatang.

Surat suara itu terdiri dari surat suara untuk capres/cawapres, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, DPRD Kota/Kabupaten.

Baca juga : Bawaslu: KPU Tidak Becus Urus Kotak Suara

"Artinya, seluruh pemimpin kita di semua level akan ditentukan pada 17 April nanti. Jadi 17 April akan sangat menentukan 5 tahun ke depan. Salah mengelola maka akan salah ke depannya” ujar Arief.

Arief menegaskan, KPU sebagai penyelenggara pemilu tidak mungkin dapat menyukseskan Pemilu 2019 tanpa peran serta dari semua lapisan masyarakat termasuk peran Pemerintah dan pemerintah daerah.

Salah satu cara untuk mendukung kelancaran Pemilu adalah dengan cara ikut serta mensosialisasikan Pemilu dengan menggunakan data dari KPU atau data yang dapat diakses melalui laman kpu.go.id. atau bisa menginstal aplikasi KPU RI Pemilu 2019 di telepon pintar masing-masing.

“Semua informasi pemilihan umum ada di web kita di kpu.go.id atau instal aplikasi KPU RI Pemilih 2019 misalnya saja profil dari masing-masing capres/cawapres termasuk data pemilih. KPU juga mempublikasikan caleg mantan narapidana kasus korupsi, tapi KPU tidak mengintervensi untuk memilih atau tidak, silahkan saja tergantung pada pemilih. Intinya adalah semua informasi mengenai Pemilu sudah kami sediakan” katanya.

Selain itu, sosialisasi tidak hanya dilakukan alam bentuk digital saja tetapi juga melalui tatap muka langsung seperti program KPU goes to campus, jalan santai, dan pertemuan dengan komunitas tertentu.

Arief berharap informasi dari KPU dapat menjadi bahan untuk sosialisasi pemilu 2019 yang dinilai kompleks.

"Dan diharapkan dapat melahirkan pemimpin yang terbaik," tandasnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/2) akan digelar debat kedua Pilpres 2019. Debat kali ini akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kedua ini?





Berita Populer

Read More