PD Pasar Jaya Sosialisasi Larangan Plastik ke Pasar Tradisional

Penulis: M. Ilham Ramadhan Avisena Pada: Senin, 11 Feb 2019, 13:41 WIB Megapolitan
PD Pasar Jaya Sosialisasi Larangan Plastik ke Pasar Tradisional

Ilustrasi

PD Pasar Jaya selaku pengelola pasar tradisional di Jakarta terus mengupayakan sosialisasi pelarangan penggunaan plastik ke pedagang dan konsumen. Hal itu sejalan dengan peraturan gubernur (pergub) terkait larangan plastik yang akan disahkan pada Maret mendatang.

Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin sudah melakukan sosialisasi ke sejumlah pasar di DKI terkait pergub plastik, baik ke pedagang maupun ke pengguna.

"Ya kita sudah mulai sosialisasikan hal itu, termasuk bahaya dari plastik itu sendiri," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Senin (11/2).

Arief menilai pemerintah semestinya juga memberikan sanksi kepada produsen plastik, tidak hanya pengelola dan penanggung jawab pasar.

"Harusnya juga ada sanksi ke produsen plastik itu sendiri, supaya produksi plastiknya juga berkurang," tambahnya.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Gerakan Nasional Atasi Limbah Plastik

Sampai saat ini, PD Pasar Jaya sedang mencari solusi tepat untuk pengganti kantong plastik. Harga yang mahal dan kebiasaan konsumen menggunakan plastik menjadi pertimbangannya.

"Kita sudah sempat diskusi soal pengganti plastik, bisa kantong yang berbahan dari karung goni, tembikar. Harganya lebih mahal, belum lagi kebiasaan masyarakat menggunakan plastik. Masih kita pertimbangkan. Untuk itu kami harap pemerintah juga bantu carikan solusi yang tepat," tuturnya.

Sosialisasi untuk menggunakan plastik yang bisa dipakai ulang dan dapat terurai dengan proses alam juga terus dilakukan. Dalam masa sosialisasi itu, PD Pasar Jaya akan menerapkan beberapa cara, salah satunya plastik berbayar.

"Saya rasa untuk meminimalisir penggunaan plastik itu mungkin harus dinaikkan harga kantong plastiknya, supaya nantinya masyarakat juga tidak lagi menggunakan kantong plastik. Atau mungkin nanti bisa kita terapkan plastik berbayar di pasar-pasar, namun masih kita pertimbangkan lagi soal itu," tukas Arief.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More