Lompat Kuda Wagub DKI

Penulis: Mathias S Brahmana Wartawan Media Indonesia Pada: Senin, 11 Feb 2019, 06:00 WIB Opini
Lompat Kuda Wagub DKI

GENAP setengah tahun kursi Wakil Gubernur DKI tanpa pemilik. Pejabat terdahulu, Sandiaga Uno resmi mengundurkan diri pada 10 Agustus 2018 karena diusung oleh partainya menjadi Calon Wakil Presiden RI.  
Pihak yang berhak mencari pengganti untuk diusulkan kepada DPRD DKI ialah partai pendukung yakni Gerindra dan PKS. Kedua partai sudah beberapa kali bertemu namun sekutu itu ternyata bisa tidak sekata jika berkaitan dengan tahta. Kepentingan diri lebih utama ketimbang pertemanan.


Sampai saat ini kedua partai bersikeras sebagai pihak paling berhak menduduki kursi kosong. Ketua Dewan Perwakilan Daerah Partai Gerindra Mohammad Taufik beberapa kali mengaku telah ditunjuk menjadi calon Wakil Gubernur DKI Jakarta menggantikan Sandiaga Uno.
PKS meradang dan menuding Gerindra tidak tahu diri. Pasalnya, Gerindra sudah mengambil habis jatah koalisi dengan menempatkan orang separtai sebagai capres dan cawapres. Kepala pegang, ekor melintang.

Cawapres dapat, wagub pun dilipat. Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Achmad Yani mengungkapkan PKS sudah banyak mengalah dan berkorban bagi Gerindra. Selaku sekutu, seharusnya ada imbal jasa meski untuk posisi kekuasaan yang lebih rendah. Atas pengorbanan PKS melepas kursi cawapres, berikanlah gantinya kursi Wagub DKI.
PKS merasa banyak mengalah dan berkorban. Tapi Gerindra tidak merasa berhutang budi, baik dalam perebutan kekuasaan di DKI Jakarta maupun penentuan Capres/Cawapres RI.

Kenapa bisa demikian? Apa benar Gerindra yang mengeluarkan pembiyaan agar mesin PKS bergerak dalam Pilkada DKI, tentu tidak mudah membuktikannya. Kecuali atas pengakuan kedua belah pihak. Seperti menjaring angin, desirannya terasa namun tak dapat ditangkap.   Begitu pula saat penentuan cawapres, apa iya ada mahar gede-gedean? Pemberi dan penerima sudah membantah. Kriminologi mengenal filosofi tidak ada perbuatan yang sempurna. Tiba-tiba ada yang berkicau.


Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief menyebutkan ada dugaan mahar sebesar Rp500 miliar bagi PKS dan PAN agar Sandiaga Uno diizinkan mendampingi Prabowo Subianto. Kicauan Andi Arief yang sempat ditelisik Polri tapi kemudian masuk angin mengisyaratkan adanya dugaan transaksi. Namanya transaksi berlaku hukum pasar yaitu beli putus. Kalau sudah beli dan harga dibayar, jangan lagi minta bonus. Mintalah bonus saat transaksi belum dibayar.
Gerindra sampai saat ini tetap merasa  kursi Wagub DKI adalah miliknya. Sejauh ini PKS tidak merasa menerima mahar sehingga bersikukuh akan tetap memburu kursi panas yang ditinggalkan Sandi.
Gajah berkelahi dengan badak, pelanduk terhimpit di tengah tengah. Rebutan jabatan antarpartai pengusung Gubernur/Wagub DKI berdampak pada pemuasan hak warga Jakarta. Sejumlah janji Anies-Sandi benar telah direalisasikan.


Misalnya, tidak memperpanjang izin Hotel Alexis, membatalkan izin reklamasi, dan angkutan massal Rp5.000 terintegrasi. Namun sejumlah janji lain terseok-seok seperti menjadikan jam belajar masyarakat pukul 19-00-21.00 WIB. Gebrakan mengajak mahasiswa hingga profesional mengajar di permukiman, jauh panggang dari api. Rumah DP Rp0 yang paling dinanti masyarakat miskin malah berubah persyaratan menjadi yang berpenghasilan Rp4 juta-Rp7 juta. Janji pemberdayaan permodalan bagi pedagang di lokasi binaan dan Oke Oce juga belum berjalan semestinya.

Pembangunan stadion sepakbola untuk markas Persija sekelas kandang Manchester United bahkan tak tahu rimbanya.

Gubernur DKI Anies Baswedan sudah mengakui keteteran tanpa wakil terutama untuk memenuhi undangan dari berbagai kalangan. Jika Gubernur memenuhi seluruh undangan, kinerja pemerintah daerah bisa terganggu.  

Anies tidak mempersoalkan siapapun yang bakal dilantik menjadi wakilnya asalkan satu visi. Dia meyakini orang yang ditunjuk pasti sudah berpengalaman. Siapa orang itu?

Gerindra mensyaratkan harus lulus fit and proper test. Apa saja yang diujikan kepada kandidat Wagub DKI? Tentu harus sesuai dengan selera dan persyaratan Gerindra. Artinya, dalam waktu dekat ini, warga Jakarta jangan bermimpi punya Wakil Gubernur DKI dari PKS. Dalam politik, biasa berlaku filosofi catur, kuda lompat mundur untuk melindungi pertahanan. Kursi yang telah dilepas, bisa saja ditarik kembali.

Berita Terkini

Read More

Poling

Pada Sabtu (13/4) digelar debat kelima Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ini akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan, dan industri. Menurut Anda, siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?






Berita Populer

Read More