Najib akan Jalani Sidang Megakorupsi 1MDB

Penulis: Denny Parsaulian Sinaga Pada: Senin, 11 Feb 2019, 03:40 WIB Internasional
Najib akan Jalani Sidang Megakorupsi 1MDB

AFP

PEMIMPIN Malaysia yang tersingkir, Najib Razak, akan diadili pekan ini atas skandal keuangan luar biasa. Skandal ini berkontribusi pada kejatuhan koalisi yang telah lama berkuasa dan dikenal di seluruh dunia, UMNO.

Mantan perdana menteri dan kroni-kroninya itu dituduh mencuri US$4,5 miliar dari dana kekayaan negara Malaysia 1MDB lewat penipuan yang mengejutkan dengan jejaknya membentang dari Swiss hingga ke Seychelles.

Uang itu konon digunakan untuk belanja di seluruh dunia. Sebuah kapal pesiar super bernilai US$250 juta, realestat kelas atas, dan karya seni Monet dan Van Gogh termasuk di antara barang-barang yang diduga dibeli dengan uang tunai yang dijarah dari kas 1MDB.
Sejak kekalahan mengejutkan dalam pemilu Mei, pria berusia 65 tahun itu telah ditangkap dan dikenai 42 tuduhan terkait dengan skandal itu.

Tak berdiam diri, mantan pemimpin aristokrat itu telah menyusun publisitas dengan berusaha menampilkan dirinya sebagai manusia dan rakyat dengan terus-menerus melemparkan balasan pada pemerintah baru.

Persidangan pekan ini, digelar Selasa (12/2) dan berpusat pada tuduhan bahwa RM42 juta ditransfer dari SRC International, bagian 1MDB, ke rekening bank pribadi Najib.
Kasus ini terdiri atas 3 tuduhan pencucian uang, 3 pelanggaran kriminal, dan 1 penyalahgunaan kekuasaan.  Sidang Selasa nanti hanya salah satu dari beberapa sidang yang dihadapi Najib terkait 1MDB.
 
Ini hanya melibatkan sebagian kecil dari total yang diduga dicuri dari dana tersebut dan US$681 juta yang diduga masuk rekening­ pribadi Najib.


Momen kunci

Sidang pertama ini menjadi momen kunci dan dapat mengurangi tekanan pada pemerintah baru. Banyak kritik kepada pemerintahan baru yang dinilai lambat bertindak atas 1MDB.

“Ini momen yang penting meskipun sangat terlambat,” kata Cynthia Gabriel, anggota komite pemerintah yang dibentuk untuk menyelidiki skandal itu. “Sangat penting bagi pemerintah baru untuk mengatasi dan menyelesaikan skandal masa lalu,” tambah Gabriel, kepala nirlaba Center for Combat Corruption and Cronyism.

Mantan pemimpin Najib dan tim pembelaannya telah menggambarkan kasus-kasus terhadapnya sebagai balas dendam dari pemerintah baru yang dipimpin oleh Perdana Menteri Mahathir Mohamad yang berusia 93 tahun.

Muhammad Shafee Abdullah, pemimpin tim pengacara Najib, menyebut persidangan mendatang sebagai sidang politik.

“Jika Anda memberi saya hakim langsung, sistem keadilan yang lurus dan para saksi dibiarkan sendiri tanpa dilatih, saya akan memenangi kasus ini,” katanya kepada AFP.
Tanggal persidangan telah ditetapkan hingga akhir Maret dan jaksa bakal memanggil lusinan saksi.

Dalam beberapa minggu terakhir, Najib telah berubah menjadi fenomena media sosial yang tidak terduga. Dia memperoleh banyak pengikut online dengan menyerang kebijakan pemerintah baru dan mem-posting gambar kunjungan ke rumah-rumah, yakni ia berbicara dengan orang-orang tentang masalah ekonomi.

Belum lama inj Najib mem-posting sebuah video tentang dirinya mengover hit 1970-an Kiss and Say Goodbye dalam bahasa Melayu disertai dengan penyanyi latar. Dalam videonya, dia menuduh pemerintah baru memiliki agenda balas dendam dan fitnah. (AFP/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/2) akan digelar debat kedua Pilpres 2019. Debat kali ini akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kedua ini?





Berita Populer

Read More