Relawan Cucuta Siapkan Bantuan AS untuk Venezuela

Penulis: Denny Parsaulian Sinaga Pada: Minggu, 10 Feb 2019, 07:50 WIB Internasional
Relawan Cucuta Siapkan Bantuan AS untuk Venezuela

Raul ARBOLEDA/AFP

RELAWAN di Kota Cucuta di perbatasan Kolombia mulai menyiapkan paket bantuan AS untuk rakyat Venezuela meskipun Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersumpah untuk tidak membiarkan bantuan kemanusiaan masuk.

Bantuan, yang tiba di Cucuta pada hari Kamis, berupa tepung, beras, dan minyak goreng serta barang-barang kebersihan pribadi, seperti sikat gigi dan sabun.

Barang-barang itu dikemas oleh relawan ke dalam tas individu untuk keluarga Venezuela. Suplemen energi protein tinggi juga dimasukkan untuk anak-anak muda Venezuela yang menderita kekurangan gizi.

Ini ialah pertolongan pertama yang tiba dan hanya akan berlangsung untuk waktu yang singkat, tetapi para pejabat mengatakan itu akan bermanfaat bagi ribuan orang yang tidak dapat memperoleh obat-obatan dasar dan makanan di Venezuela.

Bantuan itu diminta oleh pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, yang menyatakan dirinya sebagai presiden sementara bulan lalu dengan dukungan Amerika Serikat dan beberapa negara Amerika Latin lainnya.

Masih belum jelas bagaimana bantuan akan melewati perbatasan Kolombia-Venezuela. Pada Rabu militer Venezuela, yang mendukung Maduro, membarikade sisi perbatasannya, berjanji untuk tidak mengizinkan bantuan masuk.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro menegaskan, Jumat (8/2), tidak akan membiarkan masuknya bantuan palsu dari AS yang diminta oleh pemimpin oposisi Juan Guaido. "Venezuela tidak akan membiarkan bantuan kemanusiaan palsu karena kami bukan pengemis siapa pun," kata Maduro.

Dalam permohonan agar bantuan itu dapat lewat, politisi yang diasingkan dan juru bicara Guaido di Kolombia, Lester Toledo, mengirim pesan kepada militer Venezuela. "Personel militer yang terhormat, bantuan ini juga untuk Anda... inilah makanan untuk anak-anak Anda, inilah obat untuk orang-orang yang menderita," katanya.

Lebih banyak bantuan akan segera didirikan di negara-negara tetangga Venezuela untuk mempercepat pengiriman bantuan.

Krisis ekonomi menerjang negara yang kaya minyak itu. Kondisi ini membuat banyak rakyat Venezuela kekurangan gizi dan berjuang mendapatkan obat-obatan, memicu eksodus sekitar 3 juta orang.  

Lebih dari 40 negara termasuk AS, kekuatan utama Eropa dan sebagian besar negara Amerika Latin, telah mengakui Guaido sebagai kepala negara yang sah. (Yan/AFP/Aljazeera/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/2) akan digelar debat kedua Pilpres 2019. Debat kali ini akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kedua ini?





Berita Populer

Read More