Power Bank PLN untuk Listrik Luar Ruang

Penulis: Irana Shalindra Pada: Jumat, 08 Feb 2019, 14:33 WIB Teknologi
Power Bank PLN untuk Listrik Luar Ruang

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Bagi pengusaha event organizer atau penyelenggara acara, fungsi daya listrik sangat vital, laiknya darah yang mengalir memberi energi ke seluruh bagian tubuh.

Bagaimana tidak, acara-acara yang dihadiri ribuan hingga puluhan ribu orang, sangat membutuhkan listrik untuk menunjang berbagai infrastrukturnya. Sebut saja tata cahaya, tata suara sampai penerangan di lahan parkir dan toilet, semua membutuhkan daya listrik yang bisa diandalkan, agar acara berjalan lancar dari awal hingga selesai. Dengan demikian, pengunjung dan para pengisi acara pun akan terpuaskan.

Permasalahannya, penyelenggara acara butuh pasokan daya listrik yang andal dan berkapasitas besar, untuk mendukung acara hingga tuntas, sekaligus juga berharga terjangkau. Alat generator set atau genset berbahan bakar solar atau bensin yang biasa disewa penyelenggara acara, selama ini menjadi andalan dalam menyediakan daya listrik yang dibutuhkan. Meski diakui, harga yang dikeluarkan juga tidak murah.

Hitung saja, sebuah genset membutuhkan solar sebagai bahan bakar. Hitungannya, setiap liter solar diperkirakan menghasilkan listrik 3 Kwh. Dengan harga solar nonsubsidi sekitar Rp9.000,00 per liter, berarti harga listrik dari genset adalah Rp3.000,00 per Kwh. Harga tersebut di luar biaya sewa gensetnya.

“Kita terus terang membutuhkan sumber listrik yang selain terjamin dapat diandalkan pasokannya selama acara, juga berharga terjangkau,” ungkap Dhani Pette, pendiri POS Entertainment yang bergerak di bidang event organizer, promotor music, dan manajemen artis.

Karena itu Dhani merasa sangat gembira ketika pada acara Konser 35 Tahun Slank yang digelar pada 23 Desember 2018 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pihaknya mendapatkan sumber daya listrik baru, yakni Power Bank Express Power Service dari PT PLN (Persero).

Dalam Konser Slank tersebut POS Entertainment yang bertindak sebagai promotor acara, menggunakan 4 unit power bank PLN berdaya masing-masing 400 KVA. Yang membuat Dhani gembira, biaya operasionalnya ternyata nyaris separuh dari biaya bahan bakar genset. PLN hanya mengenakan biaya Rp1.600,00 per Kwh, bandingkan dengan genset yang berbiaya bahan bakar Rp3.000,00 per Kwh. “Jelas lebih hemat,” papar Dhani.

Tak cuma itu, Dhani pun senang dengan profesionalitas tim PLN. Tim PLN selalu siap sedia ketika diajak rapat dengan tim tata suara, tata cahaya, dan lainnya demi mengamankan pasokan listrik saat konser berlangsung.

Yang lebih canggih lagi, PLN pun menyediakan perangkat Uninterruptible Power Supply alias UPS sepaket dengan biaya Power Bank Express Service. Kegunaan UPS adalah sebagai penyedia daya listrik cadangan, seandainya perangkat power bank mengalami kendala saat hari H, yang nyatanya tidak ada masalah sama sekali.

Saat gladi resik acara yang berlangsung sehari sebelum konser, tim PLN pun mendemonstrasikan keandalan UPS yang mampu menyimpan daya listrik cadangan setara 3 jam. Caranya, dengan sengaja mematikan sumber daya dari power bank.

Saat itu menurut Dhani, dia bingung karena tidak ada perubahan sama sekali. “Saya sampai bilang, Pak coba sekarang. Ternyata dijawab tim PLN, sudah Pak, barusan. Wah, saya kaget. Tidak ada bedanya, daya tidak ada yang turun, lampu dan peralatan tidak ada yang mati, atau bahkan berkedip,” jelas Dhani semangat.

Dhani menerangkan, berdasarkan informasi dari tim PLN, peralihan sumber daya dari power bank ke UPS hanya nol koma sekian detik. Keunggulan itu menjadikan pihaknya tidak merasakan perbedaan sama sekali. “Jika menggunakan genset, kalau tidak salah ada jeda, 1-3 detik sebelum listrik cadangan menyala, jika ada sesuatu dengan daya listrik utama. Hal ini bisa menyebabkan acara terganggu, bahkan peralatan bisa rusak,” papar Dhani.

Dengan pengalaman positif tersebut, ia memutuskan menggunakan kembali layanan Power Bank Express Power Service PLN saat menggelar acara Hari Lahir ke-73 Muslimah NU yang digelar pada 26 hingga 27 Januari 2019, kemarin. “Kami menyewa 1.200 KVA total pemakaian dari yang unit 100 KVA, 250 KVA, sampai 400 KVA yang dipakai. Itu untuk pemakaian seluruh elemen kelistrikan termasuk back-up-nya,” ungkap Dhani terkait melistriki acara, yang digelar di Gelora Bung Karno Senayan, dan dihadiri ratusan ribu orang dari seluruh Indonesia itu.

Komentar positif pun diungkapkan Hariyadi Sukamdani, pengusaha nasional yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Hariyadi menilai penggunaan Power bank express power service dari PLN sangat cocok untuk pengusaha yang banyak bergerak di luar ruang, seperti event organizer. Biaya operasional power bank PLN yang sangat miring dibanding biaya genset pun dirasakannya sangat membantu para pengusaha.

“Karena itu layanan baru ini bagus. Kalau dari sisi harga sudah bagus. Konsumen pengusaha pun akan senang,” ungkap Hariyadi.

Secara terpisah, Executive Vice President Corporate Communication and CSR PT PLN I Made Suprateka menjelaskan, Power Bank Express Power Service, sebagai alternatif sumber energi listrik untuk memenuhi kegiatan luar ruang (outdoor) dan masa konstruksi (pembangunan), berfungsi menggantikan genset dan juga dapat meminimalisir gas buang.

Yang membedakannya dengan genset, power bank PLN tidak disewakan, melainkan pelanggan PLN tinggal membeli Kwh, dan besarnya konsumsi listrik akan ditagih kepada pelanggan. Untuk dapat menggunakan power bank express service ini, masyarakat tinggal menghubungi PLN.

“Perangkat mobile ini lebih efisien, efektif, dan ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar fosil seperti genset yang pakai diesel,” paparnya.

Dengan investasi sekitar Rp960 juta per unitnya, penggunaan power bank express power service PLN sebagai sumber energi listrik di tempat yang jauh dari sumber listrik, akan memudahkan masyarakat memperoleh pasokan listrik. (RO/M-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More