Pangeran Mohammed bin Salman Disebut Berencana Bunuh Khashoggi

Penulis: Fajar Nugraha Pada: Jumat, 08 Feb 2019, 14:15 WIB Internasional
Pangeran Mohammed bin Salman Disebut Berencana Bunuh Khashoggi

Fayez Nureldine / AFP

SETAHUN sebelum jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi terbunuh, Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman mengatakan kepada seorang ajudan bahwa ia akan menggunakan ‘peluru’ pada wartawan itu. Laporan ini disampaikan the New York Times.

Menurut the Times, ancaman itu disampaikan jika Khashoggi tidak kembali ke Arab Saudi dan mengakhiri kritiknya terhadap pemerintah. Khashoggi menetap di AS dan menjadi koresponden untuk the Washington Post.

“Komentar putra mahkota kepada ajudannya disampaikan pada 2017 sebelum Khashoggi dibunuh Oktober lalu di sebuah konsulat Arab Saudi di Istanbul,” lapor The New York Times seperti dikutip AFP, Jumat (8/2).

Laporan itu didasarkan pada keterangan pejabat saat ini dan mantan pejabat AS serta pihak asing yang memiliki pengetahuan tentang laporan intelijen.

“Komentar itu sempat dicegat oleh agen intelijen Amerika,” lapor surat kabar itu.

Baca juga: PBB: Arab Saudi Rencanakan Pembunuhan Khashoggi

“Analisa intelijen AS telah menafsirkan komentar ‘Peluru’ secara metaforis, yang berarti putra mahkota tidak berarti menembak Khashoggi, tetapi mereka berpikir itu menunjukkan niatnya untuk membunuh wartawan jika dia tidak kembali ke kerajaan,” kata Times.

Arab Saudi, yang awalnya menyangkal mengetahui hilangnya Khashoggi , sempat memberikan penjelasan yang kontradiktif. Mereka juga dengan tegas bersikeras pangeran tidak terlibat dalam pembunuhan itu.

Tidak ada komentar dari perwakilan untuk Kedutaan Besar Saudi di Washington dan juga dinas intelijen AS, CIA mengenai keterangan dari the New York Times. Badan-badan intelijen AS sebelumnya meyakini putra mahkota memerintahkan operasi untuk membunuh Khashoggi.

Laporan New York Times diterbitkan satu hari sebelum tenggat waktu Kongres bagi Gedung Putih untuk menyerahkan laporan apakah putra mahkota memerintahkan pembunuhan Khashoggi dan jika bermaksud memberlakukan sanksi pada penguasa de facto.

Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi pada 17 pejabat Saudi atas peran mereka dalam kematian wartawan itu, tetapi Presiden AS Donald Trump mengatakan dia mendukung putra mahkota.

Penyelidik hak asasi manusia PBB yang menyelidiki pembunuhan Khashoggi sedang dalam kunjungan selama seminggu ke Turki dan dijadwalkan untuk bertemu dengan kepala jaksa Istanbul pada Kamis. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/2) akan digelar debat kedua Pilpres 2019. Debat kali ini akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kedua ini?





Berita Populer

Read More