PBB: Arab Saudi Rencanakan Pembunuhan Khashoggi

Penulis: Basuki Eka Purnama Pada: Jumat, 08 Feb 2019, 11:15 WIB Internasional
PBB: Arab Saudi Rencanakan Pembunuhan Khashoggi

Jamal Khashoggi -- MOHAMMED AL-SHAIKH / AFP

PERWAKILAN PBB yang bertugas menyelidiki pembunuhan wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi di Turki, Agnes Callamard, Kamis (7/2), mengatakan bahwa pembunuhan itu direncanakan di dilaksanakan oleh pejabat Arab Saudi.

Khashoggi, kontriubtor Washington Post yang merupakan pengkritik pemerintah Arab Saudi, dibunuh di konsulat Arab Saudi di Istabul pada 2 Oktober. Ankara menuding aksi pembunuhan itu diperintahkan oleh Riyadh.

"Bukti yang kami kumpulkan di Turki menunjukkan bahwa Khashoggi merupakan korban dari pembunuhan brutal dan terencana yang dilakukan oleh pejabat negara Aran Saudi," ujar Callamard di akhir kunjungannya di Turki.

Turki mengatakan Khashoggi dibunuh oleh tim beranggotakan 15 warga Arab Saudi yang mencekiknya. Sejumlah media massa melaporkan jenazah Khashoggi kemudian dimutilasi dan dilarutkan dalam asam.

Baca juga: Inggris Yakin tidak Terjebak Klausul Backstop

Riyadh yang sempat selama dua pekan membantah terlibat pembunuhan itu akhirnya mengakui bahwa pembunuhan itu dilakukan dalam sebuah operasi liar sembari menegaskan Putra Mahkota Mohammed bin Salmat tidak terlibat.

Arab Saudi telah menangkap sejumlah pejabat senior terkait pembunuhan itu.

Setelah berlalu selama hampir empat bulan, jenazah Khashoggi belum juga ditemukan.

Khashoggi datang ke konsulat Arab Saudi untuk mengurus berkas yang dibutuhkan untuk pernikahan dengan kekasihnya, perempuan Turki. (AFP/OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More