Banjir di Pantura Meninggi, Bantuan Terus Mengalir

Penulis: Akhmad Safuan Pada: Selasa, 29 Jan 2019, 15:50 WIB Nusantara
Banjir di Pantura Meninggi, Bantuan Terus Mengalir

ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

BENCANA banjir di beberapa daerah di pantura belum teratasi. Gelombang pengungsian kembali terjadi di Pati dan Kudus. Di Pekalongan dan Batang, ribuan pengungsi masih bertahan hingga bantuan terus mengalir.

Pemantauan Media Indonesia, Selasa (29/1), ribuan pengungsi di Pekalongan masih bertahan di beberapa titik lokasi pengungsian. Banjir yang melanda di daerah itu masih tetap tinggi dan cuaca mendung serta hujan menjadikan mereka belum dapat pulang ke rumah.

Ribuan nasi bungkus yang berasal dari dapur umum terus didistribusikan baik di lokasi pengungsian maupun di perkampungan warga yang masih bertahan di rumah masing-masing. Distribusi bantuan lain seperti obat-obatan dan pakaian pantas pakai pun datang dari berbagai pihak.

Banjir di Pekalongan tidak hanya dipicu hujan lebat hingga mengakibatkan beberapa sungai yakni Sungai Bremi, Sungai Loji dan Sungai Benger yang meluap. Banjir juga akibat air laut pasang (Rob) hingga tercatat 70% wilayah terendam banjir seperti Kecamatan Pekalongan Utara, Kecamatan Pekalongan Barat dan Kecamatan Pekalongan Selatan.

"Kita telah turunkan bantuan kepada korban banjir baik yang ditampung dibeberapa lokasi pengungsoan naupun yang masih bertahan di rumah," kata Kepala Program Disaster Emergency and Response - Aksi Cepat Tanggap (DER-ACT) Jawa Tengah Giyanto.

Para korban banjir di Pekalongan, kata Giyanto, tidak hanya masih membutuhkan bahan makanan sisp saji, tetapi juga obat-obatan karena sudah mulai terserang penyakit. Mereka juga membutuhkan air bersih karena banjir terutama dari limpahan Sungai Bremi yang kotor akibat buangan limbah pabrik, dan drainase di perkampungan juga tidak lancar.

 

Baca juga: Banjir di Wilayah Pantura Meluas

 

Di Batang, banjir disebabkan pendangkalan beberapa sungai dan tidak mengalirnya drainase. Banjir juga masih merendam belasan desa dan kelurahan di Kecamatan Batang, Kecamatan Banyuputih dan Kecamatan Tulis.

Di Kecamatan Batang daerah terdampak paling parah yakni Kalipucang Kulon, Kalipucang Wetan, Denasri Kulon, Kasepuhan, Watesalit,Proyo Utara, Karangasem Utara, Karangasem Selatan, di Kecamatan Banyuputih paling parah di Dukuh Celeng, Desa Kedawung serta di Kecamatan Tulis daerah terdampak Dukuh Sawahan Desa Tulis.

Bupati Batang Wihaji mengatakan selain tingginya curah hujan di daerahnya, banjir di Batang ini terjadi akibat pendangkalan sungai dan alih fungsi lahan. Hal ini harus segera diatasi karena jika tidak maka banjir akan terus terjadi setiap tahun.

"Sungai adalah kewenangan Pemrov Jateng maka akan segera dikoordinasikan untuk normalisasi," tambahnya.

Arus Pengungsi
Sementara itu jika sebelumnya banjir meluas belum terjadi pengungsian. Namun akibat banjir yang kian meninggi di Kabupaten Kudus dan Pati membuat arus pengungsian mulai terjadi. Ratusan keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka karena terendam hongga 70 centimeter tidak lagi dapat ditempati.

Di Pati banjir masih merendam beberapa desa di Kecamatan Dukuhseti dan Kayen. Gelombang pengungsian mulai meninggalkan kampung untuk mencari lokasi aman. Penungsi berasal di Desa Srikaton, Kecamatan, Kayen yang 80% terendam banjir. Akibatnya sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat karena rumah mereka terendam hingga mencapai 50 centimeter.

"Banjir terus meninggi sehingga sebagian warga kami terpaksa dievakuasi meninggalan rumah untuk mengungsi ke rumah saudara atau kerabat di desa lain yang tidak kebanjiran," kata Perangkat Desa Srikaton, Kecamatan Kayen, Pati Ali Zamroni

Demikian juga di Kabupaten Kudus saat banjir yang merendam beberapa desa di Kecamatan Kaliwungu, Jati dan Mejono juga terus meninggi. Pengungsi mulai berdatangan di lokasi yang telah disiapkan yakni Aula Kecamatan Kaliwungu, gedung PGRI Kaliwungu, Gedung JHK Kaliwungu, Aula Balai Desa Garung Lor dan Aula Balai Desa Prambatan Lor.

Bupati Kudus HM Tamzil mengatakan segera mungkin melakukan penanganan banjir yang nerendam beberapa kecamatan tersebut. Pada tahap pertama ialah penanganan korban banjir termasuk penyaluran bantuan dan penyediaan logistik serta perlengkapan evakuasi dan lokasi pengungsian.

Setelah, lanjut Tamzil, pihaknya mengupayakan penanganan banjir. Hal itu yakni mengalirkan genangan ke beberapa titik serta tahap selanjutnya lakukan normalisasi beberapa sungai seperti Sungai SWD Jadi Solusi Banjir di Karangturi, Piji dan Dungai Mangin serta lainnya.

"Kita tangani dulu korban banjir untuk segera mendapat pertolongan," imbuhnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More