Jaga Pembaca, MI Dituntut Berinovasi dan Berkreasi

Penulis: Cahya Mulyana Pada: Selasa, 22 Jan 2019, 22:19 WIB Politik dan Hukum
Jaga Pembaca, MI Dituntut Berinovasi dan Berkreasi

Ist

MANTAN Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dalam Kabinet Kerja Andrinof Achir Chaniago, menilai di usia 49 tahun, Media Indonesia telah mampu mewujudkan diri sebagai koran yang menyajikan informasi dengan bahasa yang lugas. 

Namun, itu tidak cukup, pasalnya guna menjaga kecintaan pembaca, Media Indonesia harus terus berinovasi.

"Media Indonesia adalah koran inspiratif dengan bahasa komunikasi yang lugas," tegas Andrinof kepada Media Indonesia. Selasa (22/1)

Menurut dia, era digital menghadirkan tantangan besar bagi industri media masa berbasis kertas. Pasalnya masyarakat tengah diberikan pilihan sajian informasi yang cepat.

Untuk itu, kata dia Media Indonesia harus mampu berinovasi dan berkreasi untuk menjaga kecintaan masyarakat supaya tetap memilih sajian informasi yang lebih komprehensif. 

"Semoga di era digital ini Media Indonesia tetap mampu berinovasi dan berkreasi untuk mempertahankan kecintaan pembaca," pungkasnya.

Media Indonesia merupakan koran nasional yang terbit sejak 19 Januari 1970. Awalnya Media Indonesia hanya terdiri dari empat halaman dengan tiras yang masih terbatas. 

Baca juga Dirut Garuda Indonesia Tantang MI Gaet Kaum Milenial

Kantor pertamanya saat itu beralamat di Jalan Letnan Jenderal MT Haryono, Jakarta, dengan lembaga yang menerbitkan ialah Yayasan Warta Indonesia.

Pada 1976, Media Indonesia berkembang menjadi delapan halaman. Pada tahun yang sama, Media Indonesia juga sudah memiliki surat izin usaha penerbitan pers (SIUPP).

Pada 1987, pendiri Media Indonesia Teuku Yousli Syah bekerja sama dengan Surya Paloh, mantan pemimpin surat kabar Prioritas. Dari kerja sama itu lahirlah Media Indonesia dengan manajemen baru di bawah PT Citra Media Nusa Purnama. 

Surya Paloh menjabat direktur utama, sedangkan Teuku Yousli Syah sebagai pemimpin umum. Lokasi kantor juga pindah ke Jalan Gondangdia Lama No 46, Jakarta.

Awal 1995, Media Indonesia mulai berkantor di kompleks Delta Kedoya, Jalan Pilar Mas Raya Kav A-D, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dan bertahan hingga saat ini. 

Pergantian kepemimpinan, baik di bagian redaksi maupun usaha, terjadi seiring berjalannya waktu.

Dengan tagline 'Jujur Bersuara', Media Indonesia terus berupaya menampilkan berita-berita aktual untuk memenuhi kebutuhan informasi para pembacanya. Visi untuk membangun sebuah harian independen serta menatap hari esok yang lebih baik tetap tidak berubah. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/2) akan digelar debat kedua Pilpres 2019. Debat kali ini akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kedua ini?





Berita Populer

Read More