Lawan Maduro, Puluhan Tentara Venezuela Ditangkap

Penulis: Denny Parsaulian Pada: Rabu, 23 Jan 2019, 04:20 WIB Internasional
Lawan Maduro, Puluhan Tentara Venezuela Ditangkap

(Photo by Federico Parra / AFP)

SEKELOMPOK tentara yang terdiri atas 27 orang bangkit melawan Presiden Vene-zuela Nicolas Maduro di sebuah pos komando di Caracas pada Senin (21/1). Namun, mereka dengan cepat ditangkap se-usai mengunggah permintaan dukungan publik di sebuah video.

"Kami adalah pasukan profesional Pengawal Nasional melawan rezim yang kami sepenuhnya tolak. Saya butuh bantuan Anda, turun ke jalan," kata seorang pria yang mengidentifikasi dirinya sebagai pemimpin kelompok itu dalam sebuah video yang beredar di media sosial.

Menteri Pertahanan Vladimir Padrino mengeluarkan pernyataan tak lama setelah itu, yang memerintahkan para prajurit tersebut ditangkap.

Sebelum serangan terhadap pusat komando Pengawal Nasional di Caracas utara, tempat mereka ditangkap, orang-orang itu menyerang pos keamanan lain, mengambil empat tahanan dan melarikan diri dengan senjata.

"Selama penangkapan, senjata curian ditemukan dan (pemberontak) memberikan informasi yang berguna kepada dinas intelijen dan sistem peradilan militer," tambah Padrino, yang mengatakan para pemberontak akan menghadapi kekuatan penuh hukum.

Tangan kanan Maduro dan Kepala Majelis Konstituante, Diosdado Cabello, mengatakan 25 tentara ditangkap di lokasi itu dan dua lagi ditahan di tempat lain. Cabello mengidentifikasi para pemberontak itu dipimpin Sersan Mayor Luis Bandres Figueroa.

Mahkamah Agung, yang didominasi oleh loyalis rezim kemudian membidik Majelis Nasional yang dikontrol oposisi dan menyatakan kepemimpinan mereka tidak sah dan keputusannya tidak sah.

Pemberontakan 27 tentara berlangsung pada dini hari dan memuncak saat komando Pengawal Nasional Cotiza, yang kemudian dikepung oleh polisi dan tentara.

"Mereka dinetralkan, menyerah dan ditangkap dalam waktu singkat," kicau Cabello.

Demonstrasi

Di sisi lain, angkatan bersenjata menembakkan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa yang berkumpul di luar pos komando, membanting pot, dan memblokade jalan dengan membakar sampah untuk mendukung pemberontakan.

"Jika mereka bersatu dengan negara kita, kita bersama mereka, kita akan tetap di jalanan. Kebebasan!" teriak seorang wanita yang menolak disebutkan namanya. "Kami ingin Maduro pergi, kami muak," tambah seorang pria.

Presiden Majelis Nasional Juan Guaido, yang telah menentang Maduro dalam perebutan kekuasaan sejak terpilih untuk memimpin legislatif awal bulan ini, mendukung tentara pemberontak.

"Apa yang terjadi di Garda Nasional di Cotiza ialah demonstrasi perasaan umum dalam angkatan bersenjata," kata Guaido di Twitter. "Militer kami tahu bahwa rantai komando telah diputus oleh pere-butan kantor kepresidenan," kicaunya. "Majelis Nasional berkomitmen untuk menawarkan semua jaminan yang diperlukan kepada anggota angkatan bersenjata yang secara aktif berkontribusi pada pemulihan konstitusi," tambah Guaido.

Namun, MA menanggapi dengan menyatakan Guaido, yang dengan cepat menjadi tokoh sentral dalam oposisi Maduro, ialah seorang perampas kekuasaan yang sebenarnya.

Pengadilan tinggi juga telah membatalkan keputusan legislatif yang menyatakan Maduro sebagai perampas kekuasaan dan menjanjikan UU amnesti untuk melindungi personel militer yang berbalik melawan presiden. (AFP/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/2) akan digelar debat kedua Pilpres 2019. Debat kali ini akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kedua ini?





Berita Populer

Read More