Demi Gizi Anak, Ratusan Ibu Memancing di Sungai

Penulis: Akhmad Safuan Pada: Senin, 21 Jan 2019, 11:30 WIB Nusantara
Demi Gizi Anak, Ratusan Ibu Memancing di Sungai

MI/Akhmad Safuan

KEGIATAN memancing pada umumnya dikerjakan oleh kaum lelaki. Tetapi hal berbeda justru terjadi di Kabupaten Blora.

Dalam rangka mendorong gemar makan ikan (Gemari), ratusan ibu di kabupaten ujung timur Jawa Tengah ini memancing bersama di Sungai Gabus ysng berada di Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora Kota, Blora, Minggu (20/1).

Ratusan ibu rumah tangga sejak pukul 15.00 WIB dengan masing-masing membawa kail terlihat antusias berdatangan ke Sungai Gabus. Bahkan tanpa mendapat pengarahan, mereka langsung mencari tempat yang dipandang tepat dan duduk di tepian sungai dan melemparkan mata kailnya ke air sungai yang berwarna kecoklatan.

Bupati Blora, Djoko Nugroho, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora, Umi Kulsum, yang sudah berada di tepian sungai itu terlihat tersenyum bahagia dengan tampak antusiasnta ratusan wanita yang mengikuti kegiatan mancing mania. Cuaca gerimis tidak diperdulikan dan dengan menggunakan payung para ibu rumah tangga tetap bersemangat bertahan di tepuah sungai.

Satu jam kemudian, panitia mancing mania dslsm rangka Gerakan Gemari tersebut menebarkan 500 kilogram ikan ke sungai sebagai tanda dimulai lomba memancing gratis. Suasana semakin ramai dan hingar-bingar terutama saat umpan yang dilempar disambar ikan dan mata kail mengenai sasarannya.

Baca juga: Penanganan Stunting Diperluas

Teriakan para ibu yang mendapatkan ikan semakin menjadi karena selain hasil yang didapat cukup besar juga terasa mengagetkan.

"Senang rasanya bisa ikut mancing mania ini, awalnya takut memasang umpan cacing pada ujung kail.Nnamun saat ada tarikan ikan rasanya senang dan bingung bagaimana cara nariknya. Ikan lelenya besar," kata Yuli, salah satu peserta.

Bupati Blora, Djoko Nugroho, mengatakan acara ini diselenggarakan selain untuk sarana hiburan akhir pekan, juga untuk mengampanyekan gerakan gemar makan ikan (Gemari) bagi masyarakat umum. Untuk itu, pesertanya ialah para ibu rumah tangga.

"Harapannya setelah dapat ikan, bisa dibawa pulang untuk dimasak menjadi makanan bergizi dan dimakan bersama keluarga, anak-anak akan tercukupi gizi dan agar tidak stunting" ujar Djoko Nugroho.

Ibu-ibu adalah tokoh penting dalam keluarga, lanjut Djoko, karena berperan dalam penyajian makanan dan asupan gizi bagi anak anaknya. Kebiasaan memasak dan mengolah ikan menjadi menu yang lezat akan menarik kegemaran mengkonsumsi ikan. Hasil yang didapat adalah terpenuhinya gizi bagi anak-anaknya dan bagus untuk perkembangan anak anak itu sendiri.

"Jangan sampai pertumbuhan seorang anak mengalami kekurangan gizi, karena jika hal itu terjadi maka anak tersebut rawan mengalami stunting atau gangguan pertumbuhan yang sangat rawan terutama terjadi pada seribu hari pertama," imbuhnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/2) akan digelar debat kedua Pilpres 2019. Debat kali ini akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kedua ini?





Berita Populer

Read More