10 Kampung Tangguh Bencana di Yogyakarta akan Dievaluasi

Penulis: Antara Pada: Minggu, 20 Jan 2019, 12:10 WIB Nusantara
10 Kampung Tangguh Bencana di Yogyakarta akan Dievaluasi

ANTARA FOTO/Hendra

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah Kota Yogyakarta tahun ini akan mengevaluasi 10 kampung tangguh bencana guna memastikan kompetensi seluruh kampung tangguh bencana yang telah terbentuk dan tetap terjaga.

"Evaluasi tidak hanya dilakukan terhadap kampung tangguh bencana (KTB) yang sudah lama terbentuk, juga KTB yang baru terbentuk," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Hari Wahyudi di Yogyakarta, Minggu (20/1).

Ia menambahkan peninjauan KTB ditujukan untuk menilai keaktifan KTB dalam menjalankan berbagai program dan kegiatan guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana serta kemampuan melakukan penilaian hingga penanganan jika terjadi bencana.

"Jika tidak dievaluasi, maka dimungkinkan KTB tersebut mulai melupakan bagaimana cara melakukan penanggulangan saat terjadi bencana," kata Hari. "Kegiatan itu akan mengingatkan KTB terkait langkah-langkah yang harus mereka lakukan saat terjadi bencana atau bagaimana mengantisipasinya," ia menambahkan.

Baca juga: Bappenas-Jepang Kerja Sama Mitigasi

Sepuluh KTB yang menjadi target evaluasi tahun ini di antaranya Kampung Iromejan, Ratmakan, Prawirodirjan, Keparakan Lor, Warungboto, Gambiran, Rejowinangun, dan Darakan Timur. Hingga akhir 2018, di Kota Yogyakarta sudah terbentuk 100 KTB.

Namun, setelah Pemerintah Kota Yogyakarta mengeluarkan Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 72 Tahun 2018 tentang Pedoman Pembentukan Kepengurusan Kampung, ada beberapa kampung yang digabung sehingga jumlah KTB berkurang menjadi 97 KTB.

"Kami alokasikan pembentukan 15 KTB tahun ini, tetapi belum menentukan kampung mana saja," kata Hari. BPBD Kota Yogyakarta menunggu usul dari wilayah untuk membentuk KTB, namun memprioritaskan kampung yang berada di bantaran sungai yang dinilai rawan terdampak bencana.

"Namun, KTB juga bisa dibentuk di kampung yang tidak berdekatan dengan sungai jika kami menilai potensi bencana di kampung tersebut juga cukup tinggi," katanya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/2) akan digelar debat kedua Pilpres 2019. Debat kali ini akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kedua ini?





Berita Populer

Read More