Mona Ratuliu Tanamkan Toleransi pada Buah Hati

Penulis: Patna Budi Utami Pada: Minggu, 20 Jan 2019, 04:30 WIB Weekend
Mona Ratuliu Tanamkan Toleransi pada Buah Hati

Dok. MI

TOLERANSI dan saling menghargai perbedaan sudah dihadapi pemeran dan presenter Mona Ratuliu, 36, sejak belia sebab ia berasal dari keluarga ‘gadogado’ alias multikultur.

Ayahnya orang Manado yang besar di Medan, Sumatra Utara, sedangkan sang ibu ialah orang sunda yang tinggal di Makassar, Sulawesi Selatan. Kedua orangtuanya pindah ke Jakarta, tempat Mona lahir dan tumbuh dewasa. Kontrasnya keluarga besar ayah dan ibunya itulah yang membuat bintang sinetron Lupus Millenia dan Pelangi di Matamu itu belajar soal toleransi.

“Keluarga ayah, kalau ngomong suaranya keras, tegas, blak-blakan. Keluarga ibu lemah lembut dan mikir bagaimana menyampaikan (sesuatu) biar enak,” tutur Mona di Jakarta, beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, sejak kecil ia telah belajar membangun toleransi lewat suasana multikultur dalam keluarga.

Setelah memiliki keluarga sendiri, istri aktor Indra Brasco itu juga ingin menanamkan hal serupa untuk tiga anaknya. “Salah satu kekhawatiran (orangtua), bagaimana anak bergaul dengan baik bersama teman di sekolah yang pasti multikultural,” ujarnya.

Mona pun menemukan solusinya, yakni lewat contoh yang dilakukan dirinya sendiri sejak kecil, yakni tidak hanya menerapkan toleransi kepada sesama orang dewasa, tetapi juga terhadap anak-anak. “Kita harus menghargai anak dengan harapan mereka juga menghargai orang lain,” ucapnya.

Meski menanamkan toleransi kepada ketiga buah hatinya, rupanya ia masih waswas bila harus berjauhan dengan mereka. Ia mengaku masih belum siap tinggal terpisah dari mereka bila ketiganya beranjak dewasa. Mona hingga saat ini masih berat hati bila anaknya kelak ingin kuliah di luar Indonesia. “Aku bilang kapan (mereka) boleh kuliah di luar negeri, yakni kalau (mereka) sudah nikah,” ujar Mona.

Menurutnya, ia merasa lebih tenang bila anak-anaknya meneruskan pendidikan di perguruan tinggi dalam negeri ketimbang di luar negeri. Namun, bukan berarti ia mengekang anak-anaknya. Ia akan mengizinkan mereka berjauhan darinya bila waktunya tidak terlalu lama, misalnya kursus singkat setengah tahun.


Harus siap

Ia tidak memungkiri bahwa setiap orangtua harus siap menghadapi semua risiko bila akan melepas anak untuk mandiri dan jauh dari rumah. Selain ia sendiri, ujarnya, sang suami juga ternyata belum siap berpisah dengan buah hati mereka.

Indra, kata Mona, bakal lebih sulit menahan rasa kangen jika jauh dari tiga anak mereka; Davina Syafa Felisa yang berusia 15 tahun, Barata Rahadian Nezar, 9, dan Syanala Kania Salsabila, 6. “Kalau (kami) ke luar kota, yang nelponin terus ke rumah ya Indra,” ujar Mona. (Ant/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/2) akan digelar debat kedua Pilpres 2019. Debat kali ini akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kedua ini?





Berita Populer

Read More