Wozniacki Beri Salam Perpisahan

Penulis: Puput Mutiara Pada: Sabtu, 19 Jan 2019, 01:40 WIB Olahraga
Wozniacki Beri Salam Perpisahan

AFP/DAVID GRAY

LAGA Australia Terbuka 2019 yang digelar di Rod Laver Arena, Melbourne, telah menjadi arena sangat kompetitif. Persaingan ketat antarpemain telah menelan ‘korban’, termasuk petenis elite dan sang juara bertahan.

Pada laga kemarin, juara bertahan Caroline Wozniacki harus melambaikan tangan sebagai tanda untuk meninggalkan arena. Petenis berusia  28 tahun dari Denmark itu pun tak dapat lagi menggapai impian untuk meraih gelar Australia Terbuka untuk kedua kalinya.

Pada babak ketiga atau babak 16 besar, kemarin, Wozniacki yang menempati rangking tiga dunia disingkirkan pemegang gelar Australia Terbuka 2008 Maria Sharapova   dengan skor 6-4, 4-6, dan 6-3.       

Semula Sharapova yang memegang lima gelar grand slam bukanlah pemain yang diunggulkan. Prestasi pemain yang kerap disoroti kecantikannya tersebut tak lagi menorehkan prestasi setelah terlibat kasus doping dan larangan bertan-ding pada 2017.
Namun, kemarin petenis seksi berusia 31 tahun tersebut sukses membuyarkan impian Wozniacki yang tengah membidik gelar kedua Australia Terbuka.

“Saya sebenarnya tidak mendapat kesulitan besar. Tetapi, saya bermain dengan tidak menyenangkan,” ucap Wozniacki yang tampak tak percaya dengan hasil pertandingan.
“Di tenis, kamu harus ber-hadapan satu lawan satu. Kamu berjuang dan kamu melakukan yang terbaik. Suatu hari kamu menang, hari-hari yang lain, kamu kalah,” kata juara WTA Tour Finals 2017 itu.    

 “Saya telah memberikan segalanya yang saya miliki. Dia (Sharapova) hanya lebih bagus sedikit dari saya dan itu kenyataannya,” tambah Wozniacki yang dua kali menjadi runner-up Amerika Serikat (AS) Terbuka.


 Jadi bintang lapangan

 

Saat prestasinya merosot dan terjerat skandal doping, Sharapova tak pernah sepi dari pemberitaan. Dengan kecantikannya, dia tetap menjadi buruan wartawan kendati di luar lapangan.

Namun dengan kesuksesannya menyingkirkan sang juara bertahan, Sharapova kembali menjadi bintang lapangan di Australia Terbuka 2019. Pada babak selanjutnya, ‘Ratu Tenis Rusia’ akan bertemu petenis tuan rumah Ashleigh Barty.

“Saya tahu saya akan mendapatkan pertandingan yang benar-benar sulit karena dia adalah juara bertahan. Bukan rahasia lagi kalau dia menyukai arena ini,” ungkap mantan petenis nomor satu dunia tersebut.

Di sisi lain, dari nomor tunggal putra, juara bertahan Ro-ger dari Swiss belum menemui rintangan. Di putaran ketiga, petenis nomor tiga dunia itu mengalahkan petenis muda berbakat Taylor Fritz dari AS dengan skor 6-2, 7-5, dan 6-2.

Dengan belum menemui batu sandungan, Federer berpeluang meraih gelar ketiga Australia Terbuka secara berturut-turut. Tak hanya itu, petenis berusia 37 tahun itu memiliki kans untuk memecahkan rekor dengan tujuh gelar Australia Terbuka sejak 1968. (AFP/Mut/R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/2) akan digelar debat kedua Pilpres 2019. Debat kali ini akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kedua ini?





Berita Populer

Read More