Akhir Sebuah Era

Penulis: Tosiani Pada: Jumat, 18 Jan 2019, 23:00 WIB Humaniora
Akhir Sebuah Era

PERTAMA kali melihat buku ini, yang terpikir di benak saya ialah apa yang membuat buku ini dan penulisnya begitu digilai kalangan milenial. Hal itu terlihat dari antusiasme kalangan muda saat peluncuran buku The Naked Traveler 8: The Farewell, di Gedung Tempo, Kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (11/1).

Sambutan pengunjung yang rata-rata kalangan muda pada Trinity, sang penulis, bak fan menjumpai selebritas idola. Mereka berebut foto, mengantre tanda tangan, dan mengungkapkan ragam kekaguman pada Trinity, seorang travel bloger dan penulis dengan jumlah pengikut di Instagram sekitar 95,6 ribu.

Membuka halaman awal buku ini, barulah saya mengerti mengapa serial buku The Naked Tra­veler, mulai edisi satu yang dicetak 12 tahun lalu, pada 2007, hingga edisi finalnya yang terbit tahun ini, begitu digilai pembaca.

Perempuan kelahiran 11 Janua­ri tersebut piawai menuturkan pengalaman perjalanan solonya ke berbagai negara. Pada buku ke-8 The Naked Traveler ini, Tri­nity mengajak kita menyimak kisahnya saat mengagumi alam Afganistan, pelesiran ke Islandia yang kini menjadi destinasi wisata hit, juga iseng-iseng berhadiahnya ketika menjajal kencan online di Eropa.

Tulisan-tulisan Trinity sukses membuat pembaca terlarut, membayangkan dan seolah mengalami sendiri apa yang dilihat, didengar, dan dialami jebolan Universitas Diponegoro tersebut dalam perjalanannya.

Apalagi, Trinity punya gaya bahasa yang santai apa adanya, tanpa kalimat berbunga-bunga yang kadang bisa membuat lelah pembaca.

Kisah-kisahnya menghadirkan berbagai sisi perjalanan yang lucu, jujur, dan menghibur, misalnya, saat memasuki halaman ke-29 pada judul L’ultima Sera a Napoli, pembaca diajak seperti membaca satu kisah cerita pendek atau bahkan seperti novel kecil versi penulis.

Pembaca seolah sedang menilai pengalaman seru penulis dalam sajian seolah itu cerita fiksi. Tentu saja ini satu pengalaman membaca yang baru, makin menggugah antusiasme pembaca, menarik, dan tidak membosankan.

Trinity juga tak melulu menyuguhkan cerita perjalanan nan mengasyikkan. Ada pula masanya ia menumpahkan kegalauan dan pengalaman buruk saat bepergian.
Cara bertutur Trinity sukses memangkas jarak antara pembaca dan tulisan, pun pembaca dan kisah yang dituliskan. Hal yang mestinya jujur dan manusiawi ini akan sulit ditemukan pada tulisan traveling pada umumnya yang membuat pembaca seolah berjarak dari objek tulisan.

Semua hal diceritakan dengan gamblang dan terbuka, senada dengan predikatnya sebagai The Naked Traveler. Sekali membaca halaman-halaman buku ini, orang akan mengalami perasa­an ‘tidak mau berhenti’, ogah melewatkan satu kata pun, dan ingin terus menyelesaikannya sampai halaman terakhir.


Panduan

Ia juga mengupas kosakata yang kerap dijumpai dan mem­bingungkan orang, seperti apa itu touristy. Tak lupa, penulis membagikan semangat dan inspirasi kepada pembacanya untuk memiliki keberanian lepas dari zona nyaman, dengan melakukan solo traveling.
Ada panduan lengkap untuk solo traveling berdasarkan penga­laman, mulai cara memilih baju dan jumlah yang mesti dibawa. Kemudian, trik memilih tas, strategi packing, dan sebagainya.

Ia juga memberi tips men­detail untuk mengatasi sejumlah kesulitan umum traveler dalam perjalanan. Umpama, bagaimana agar bisa tidur di penerbangan kelas ekonomi saat perjalanan jauh, pentingnya memiliki asuran­si perjalanan, atau hidup tanpa uang tunai saat traveling.

Ada pula sisipan istimewa pada buku ini, berupa kisah dari dua pembaca loyal The Naked Traveler tentang bagaimana ‘virus’ Trinity mengubah hidup mereka.

Secara umum buku ini asyik dibaca dan hampir tanpa cela. Hanya, buku terbitan lini Bentang Budaya ini mungkin akan minim ditemui di toko-toko buku biasa. Seperti diungkapkan Trinity, ia menyarankan pembaca membeli bukunya melalui penjualan online.
“Dari dulu aku menyarankan untuk beli online saja karena (untuk buku) masuk toko buku sudah susah banget,” kata Trinity.

Kemudian, seperti telah digadang-gadangnya sejak 2017, buku The Naked Traveler 8: The Farewell menggenapi perjalanan Trinity dan para penyimaknya ke total 88 negara dari sejak seri tersebut dirilis.

Trinity bisa dibilang sebagai salah satu generasi pertama travel bloger di Indonesia. Ia mulai mengunggah tulisan-tulisan perjalanannya di blog sejak 2005 sebelum kemudian dibukukan sebagian untuk menjadi seri pertama The Naked Traveler pada 2007.

Kini, dalam tempo 13 tahun sejak mulai aktif menulis, perempuan yang kerap berambut pendek itu mengakui banyak perubahan mengenai tulisan perjalanan. Dari yang mulanya cukup menulis saja untuk buku hitam putih, kini ia harus lebih memikirkan kontennya, terutama foto. Bukan saja untuk buku--yang sekarang dicetak full colour dengan gambar, melainkan juga untuk media sosial. “Sekarang kalau ada pemandangan bagus, menikmatinya hanya sebentar. Setelah itu foto, harus tampil,” urainya.

Soal substansi tulisan pun, mesti ia pikirkan lebih hati-hati, misalnya, tak bisa sembarangan melontarkan candaan berbau SARA yang mungkin di masa lalu bisa ditanggapi santai oleh pembacanya saat itu.

Adapun terbitnya The Farewell ini disampaikan Trinity, bukan berarti ia akan berhenti menulis. Dirinya memutuskan mengakhiri serial The Naked Traveler karena ingin berkembang dengan berbagai jenis tulisan dan tema-tema baru.

“Ingin terbang dengan menulis yang lain, mungkin fiksi, mungkin tulisan lain. Aku juga butuh waktu hibernasi untuk diri sendiri. It’s not good bye, but see you!” ujar Trinity yang berjanji untuk tetap menulis cerita perjalanan di blog pribadinya.

Berakhirnya serial ini barangkali dapat dikatakan akhir sebuah era dalam kehidupan Trinity. Namun, virus jalan-jalan yang telah ia sebar, rasa-rasanya akan terus mewabah lewat buku-buku karyanya.

Sampai jumpa di era berikut, Trinity! (Ant/M-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/2) akan digelar debat kedua Pilpres 2019. Debat kali ini akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kedua ini?





Berita Populer

Read More