AS Susun Dakwaan Kriminal terhadap Huawei

Penulis: (AFP/Tes/I-2) Pada: Jumat, 18 Jan 2019, 04:40 WIB Internasional
AS Susun Dakwaan Kriminal terhadap Huawei

(Photo by Nicolas ASFOURI / AFP)

PEMERINTAH Amerika Serikat (AS) tengah mempersiapkan penyelidikan kriminal yang mengarahkan dakwaan kepada perusahaan teknologi raksasa asal Tiongkok, Huawei.

Seperti dilaporkan The Wall Street Journal, mengutip sejumlah sumber anonim, Departemen Kehakiman AS diketahui sedang menyelidiki tuduhan pencurian rahasia dagang dari mitra bisnis Huawei di AS.

Penyelidikan termasuk terhadap perangkat robot T-mobile yang digunakan untuk menguji telepon pintar. Akan tetapi, Departemen Kehakiman AS enggan mengomentari laporan tersebut, begitu pula pihak Huawei.

Bagaimanapun, langkah itu semakin meningkatkan ketegangan antara AS dan Tiongkok terutama pascapenangkapan petinggi Huawei sekaligus putri pendiri perusahaan, Meng Wanzhou, di Kanada akhir tahun lalu.

Sejak kasus Meng bergulir, tidak hanya hubungan AS-Tiongkok yang memanas, tetapi juga hubungan Kanada-Tiongkok. Meng yang saat ini menjadi tahanan rumah, tengah menunggu proses persidangan.

Di lain sisi, pemerintah Kanada menyatakan 13 warganya telah ditahan otoritas Tiongkok. Salah satu di antara mereka dijatuhi hukuman mati atas tuduhan perdagangan narkoba.

Sebagai informasi, Huawei, produsen telepon pintar dan peralatan telekomunikasi raksasa, berada di bawah pengawasan AS selama bertahun-tahun. Pasalnya, kerja sama bisnis dengan Huawei ditengarai sebagai kedok mata-mata pemerintah Tiongkok.

Dalam sebuah wawancara terbatas, pendiri Huawei, Ren Zhengfei, dengan tegas membantah tudingan bahwa perusahaannya terlibat dalam spionase atas nama pemerintah Tiongkok. Sebelumnya, ketegangan AS-Tiongkok mencuat di tengah upaya Presiden AS Donald Trump menarik lebih banyak investor manufaktur di tanah AS.

'Negeri Paman Sam' itu mengklaim praktik perdagangan yang dijalankan Tiongkok selama ini tidak adil. Berkaitan dengan hal tersebut, anggota parlemen AS memperkenalkan regulasi yang melarang ekspor suku cadang dan komponen ke perusahaan telekomunikasi Tiongkok yang melanggar kontrol ekspor AS.

Dalam hal ini, Huawei dan ZTE disinyalir masuk dalam daftar sasaran. "Huawei merupakan tangan yang mengumpulkan data-data intelijen bagi Tiongkok. Pemimpin Huawei sebelumnya ialah seorang insinyur yang bekerja untuk militer Tiongkok," tukas Senator AS dari Partai Republik, Tom Cotton, selaku salah satu sponsor rancangan regulasi.

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/2) akan digelar debat kedua Pilpres 2019. Debat kali ini akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kedua ini?





Berita Populer

Read More