50 Orang Dinyatakan masih Hilang

Penulis: Denny Parsaulian Pada: Jumat, 18 Jan 2019, 04:00 WIB Internasional
50 Orang Dinyatakan masih Hilang

(Photo by YASUYOSHI CHIBA / AFP)

POLISI Kenya masih memburu perencana serangan hotel di Nairobi. Pada insiden itu, sebanyak 21 orang tewas dan lima puluh lainnya hingga kemarin masih dinyatakan hilang.

Kelompok bersenjata al-Shabab, yang berafiliasi dengan al-Qaeda, mengatakan mereka melakukan serangan di Nairobi sebagai tanggapan atas keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel.

Di lain hal, sejauh ini, pasukan Kenya telah menangkap dua orang yang dituduh memfasilitasi serang-an. Menurut Palang Merah Kenya, 50 orang masih hilang. Dengan demikian, jumlah korban tewas mungkin bertambah.

"Para korban ialah 16 warga Kenya, satu warga Inggris, satu dari Amerika, dan tiga lainnya keturunan Afrika, tapi kebangsaan mereka belum diidentifikasi," kata polisi. Uhuru Kenyatta, Presiden Kenya, mengumumkan akhir pengepungan 20 jam di kompleks DusitD2.

Hal itu mengingatkan pada serang-an 2013 silam yang menewaskan 67 orang di Mal Westgate di distrik yang sama. "Operasi keamanan di kompleks Dusit telah berakhir dan semua teroris telah dieliminasi," kata Kenyatta dalam pidato yang disiarkan televisi, Rabu (16/1).

Dia menjelaskan lebih dari 700 warga sipil dievakuasi dari kompleks tersebut.

Sebagai informasi, untuk menghentikan para pelaku penyerangan, pihak berwenang mengirim pasukan khusus ke hotel tersebut. Suasana mencekam saat itu menjadi malam yang menyiksa bagi para keluarga yang kerabat mereka ikut terjebak.

Mereka menunggu dengan pera-saan waswas di luar hotel saat tembakan-tembakan sporadis berlangsung. Mereka juga ikut menyaksikan penyelamatan lusinan orang sekitar pukul 03.30 waktu setempat.

Di sisi lain, keluarga dan teman yang sedang berduka berkumpul di kamar mayat terdekat. Mereka yang mendatangi kamar mayat Chiromo diberi tahu bahwa jenazah tidak bisa dilihat sampai penyelidikan forensik dilakukan. Hal ini yang menambah kesedihan dan kemarahan keluarga korban.

"Adikku tidak ada di rumah sakit mana pun dan terakhir kali kami berbicara dia agak tenang. Tapi, tiba-tiba dia mulai menangis dan berteriak dan aku bisa mendengar suara tembakan dan teleponnya tetap menyala, tapi dia tidak berbicara. Kami yakin mayatnya ada di sini (Chiromo)," kata wanita yang bernama Njoki sambil menangis.

Terkoordinasi

Berdasarkan rekaman CCTV yang disiarkan di media lokal menunjukkan empat pria berpakaian hitam dan bersenjata berat memasuki kompleks. Menurut Kepala Polisi Kenya, Joseph Boinnet, serangan terkoordinasi tersebut bermula pada pukul 16.00 waktu setempat atau 19.00 WIB pada Selasa (15/1).

Serangan dimulai dengan ledakan yang menargetkan tiga kendaraan di luar bank dan pengeboman bunuh diri di lobi hotel yang melukai sejumlah tamu. Hiram Macharia, eksekutif pemasaran di LG Electro-nics mengatakan petugas keamanan menyelamatkannya dan beberapa rekan dua jam setelah serangan dimulai. Tetapi, seorang rekannya tidak selamat.

"Salah satu rekan kami pergi ke puncak gedung dan mayatnya ditemukan di sana," katanya. Sumber di kepolisian mengatakan kepada kantor berita AFP, dua penyerang ditembak mati pada Rabu (16/1) pagi dalam baku tembak yang berkepanjangan.

"Keduanya memakai bandana merah yang diikatkan di dahi mereka dan peluru diikatkan di dada masing-masing dengan beberapa majalah. (Aljazeera/I-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/2) akan digelar debat kedua Pilpres 2019. Debat kali ini akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kedua ini?





Berita Populer

Read More