Anies: Jumlah Kios Skybridge Tidak Dapat Tampung Semua PKL

Penulis: Atalya Puspa Pada: Kamis, 17 Jan 2019, 18:59 WIB Megapolitan
Anies: Jumlah Kios Skybridge Tidak Dapat Tampung Semua PKL

MI/Pius Erlangga

RICUH saat penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Pusat Grosir Tanah Abang kembali terjadi hari ini.

Kericuhan tersebut dipicu oleh preman yang memprovokasi pedagang kaki lima dan warga untuk melawan petugas Satpol PP saat penertiban dilakukan pada Kamis (17/1) pukul 11.00 WIB.

Berkaitan dengan hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui jika kericuhan tersebut timbul akibat faktor kurangnya kios bagi pedagang kaki lima yang disediakan di Skybridge Tanah Abang.

"Ya, memang tempatnya akan terus kurang kalau pakai itu (skybridge). Selalu," kata Anies di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat, Kamis (17/1).

Namun begitu, Anies menyatakan jumlah lapak yang disediakan di Skybridge Tanah Abang merupakan hasil dari kesepakatan bersama Ombudsman. Dia menilai, hal tersebut harus dihargai agar tidak menimbulkan masalah baru

"Tapi kita menghargai kesepakatan yang sudah ada. Dan saya berharap semua pihak jangan merusak kesepakatan itu. Karena kalau tidak ya muncul masalah baru," tutur Anies.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun Jembatan Multiguna Skybridge yang telah dibuka untuk umum pada 7 Desember 2018 lalu. Terdapat 446 kios yang disediakan bagi PKL yang berdagang di Jalan Jatibaru, Tanah Abang. Namun hingga kini, masih banyak PKL yang berdagang di Jalan Jatibaru karena kapasitas kios di Skybridge tidak sepadan dengan jumlah PKL yang berdangang di Jalan Jatibaru tersebut. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More